PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mempertahankan pertumbuhan bisnis dengan membukukan laba sebesar Rp4,74 miliar pada semester I-2026.
IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mempertahankan pertumbuhan bisnis dengan membukukan laba sebesar Rp4,74 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 9,14 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan capaian pendapatan usaha yang mencapai Rp1,48 triliun. Kinerja operasional yang positif ini didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari efisiensi melalui divestasi aset nonproduktif, optimalisasi sistem digital berbasis enterprise resource planning (ERP), hingga penguatan tata kelola berkelanjutan untuk meningkatkan likuiditas dan daya saing perseroan.
Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk Ignatius Harry mengatakan kedisiplinan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.
“Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif. Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga ritme tersebut demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Dari sisi neraca, kondisi keuangan WIKA Beton tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari tingkat likuiditas yang memadai dengan current ratio sebesar 130,95 persen. Selain itu, struktur permodalan perseroan semakin sehat seiring penurunan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) menjadi 71,52 persen dari sebelumnya 81,75 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan DER tersebut menunjukkan posisi permodalan WIKA Beton semakin kuat dan ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang semakin berkurang. Sementara itu, kontribusi pendapatan perseroan berasal dari segmen produk putar sebesar 47,91 persen, produk nonputar 34,44 persen, konstruksi 13,27 persen, dan jasa 4,37 persen.
Memasuki semester II 2026, kata Harry, WIKA Beton akan terus melakukan transformasi dan inovasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis. Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja finansial perseroan.
(Rahmat Fiansyah)





