VIVA – Kacamata pintar kini tidak lagi sekadar perangkat untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan. Generasi terbaru sudah dilengkapi kamera, mikrofon, konektivitas nirkabel, hingga kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna merekam video tanpa perlu mengeluarkan ponsel.
Salah satu contoh yang memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut bekerja adalah Ray-Ban Meta. Produk hasil kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica ini mengintegrasikan kamera langsung ke dalam bingkai kacamata. Meta juga terus mengembangkan lini tersebut, termasuk Ray-Ban Meta Gen 2 yang membawa kamera ultra-wide 12 MP dan kemampuan merekam video beresolusi lebih tinggi.
Namun, proses dari menekan tombol rekam hingga video muncul di galeri smartphone ternyata melibatkan beberapa tahapan. Ada kamera yang menangkap gambar, prosesor yang mengolah data, penyimpanan sementara di kacamata, koneksi nirkabel, serta aplikasi pendamping di smartphone.
Berikut VIVA telah merangkum Sabtu, 7 Agustus 2026, ini cara kerjanya.
1. Tombol Rekam Mengaktifkan Kamera
Proses dimulai ketika pengguna menekan tombol capture yang terdapat pada bagian bingkai kacamata.
Pada Ray-Ban Meta, tombol tersebut menjadi salah satu metode utama untuk mengaktifkan kamera. Pengguna juga dapat menggunakan perintah suara seperti "Hey Meta" untuk memulai atau menghentikan perekaman video.
Ketika perintah diterima, sistem akan mengaktifkan modul kamera yang tertanam pada bingkai. Karena kamera berada di dekat mata pengguna, sudut pandang yang direkam relatif mengikuti apa yang sedang dilihat pemakai.
Inilah perbedaan utama dengan kamera smartphone. Pengguna tidak perlu mengangkat perangkat ke depan wajah untuk menentukan arah pengambilan gambar.
2. Kamera Menangkap Gambar dari Sudut Pandang Pemakai
Setelah kamera aktif, sensor mulai menangkap gambar secara berkelanjutan dan mengubah informasi visual menjadi data digital.
Pada generasi awal Ray-Ban Meta, Meta menggunakan kamera ultra-wide 12 MP yang dapat menghasilkan foto serta video 1080p dengan durasi hingga 60 detik. Pada Ray-Ban Meta Gen 2, kemampuan kamera kemudian ditingkatkan untuk menghasilkan foto dan video 3K ultra-HD.
Artinya, kualitas video tidak hanya ditentukan oleh resolusi sensor. Sistem juga harus mengatur pencahayaan dan pemrosesan gambar agar hasil rekaman tetap dapat digunakan dalam berbagai kondisi.





