Yanti bergegas berlari keluar dari warungnya untuk menghalau sejumlah perempuan lanjut usia yang menerobos pita pengaman dan mendekat ke ujung anjungan bangunan pemecah ombak di Pantai Glagah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). "Jangan melewati pita pembatas bu, berbahaya!," seru Yanti saat memperingatkan rombongan turis itu.
Pedagang makanan itu berulangkali harus memperingatkan wisatawan yang berdatangan ke pantai tersebut dan berjalan terlalu dekat ke zona berbahaya. Pita yang kerap disebut "garis polisi" itu sengaja dipasang agar pengunjung terhindar dari risiko terseret ombak tinggi yang kerap tiba-tiba datang.
Wisatawan melihat gelombang tinggi di Pantai Glagah.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Pita pembatas dipasang untuk mengurangi risiko pengunjung terkena gelombang tinggi di Pantai Glagah.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Gelombang tinggi justru mendorong minat wisatawan untuk mendatangi Pantai Glagah.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Fenomena gelombang tinggi yang tengah berlangsung justru mengundang minat wisatawan untuk datang ke pantai yang berada di dekat Bandara Internasional Yogyakarta itu. Berfoto dengan latar belakang deburan ombak tinggi biasanya menjadi target mereka.
Jika gelombang tinggi mendatangkan rezeki bagi sebagian pedagang di Pantai Glagah, fenomena itu juga menimbulkan petaka bagi nelayan dan pedagang di sejumlah pantai lainnya di pesisir selatan DIY. Gelombang tersebut, antara lain, menghancurkan sejumlah bangunan non-permanen di Pantai Trisik.
Teguh Raharjo dibantu istrinya memindahkan sisa bangunan warung miliknya yang rusak akibat gelombang tinggi.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Gelombang tinggi membuat rumah dan warungnya di Pantai Trisik kembali mengalami kerusakan.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Petugas SAR Ngadiran membantu Teguh memindahkan barang dari warung yang diterjang gelombang tinggi di Pantai Trisik.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Alun kembali merusak warung yang selama ini menjadi andalan Teguh Raharjo di Pantai Trisik. Warungnya roboh dan sejumlah peralatan makan yang biasa digunakan untuk menjamu pelanggannya sebagian rusak akibat diterjang gelombang.
Beberapa warung milik tetangganya juga mengalami kerusakan. Untuk sementara waktu mereka harus berhenti berjualan.
Gelombang tersebut memperparah dampak abrasi di Pantai Trisik. Meski fenomena itu biasa berulang setiap bulan Agustus, namun kerusakan yang dihasilkan semakin memperburuk kondisi tempat wisata itu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahaya terkait fenomena gelombang tinggi yang tengah berlangsung. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan pantai selama beberapa hari ke depan.
Gelombang tinggi yang menerjang sejumlah pantai di kawasan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul, itu juga membuat nelayan tidak dapat melaut. Mereka pun harus mencari mata pencaharian lainnya untuk sementara waktu hingga potensi bahaya dari laut selatan mereda.





