HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bhayangkara FC membuat keputusan mengejutkan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. The Guardian resmi mengakhiri kerja sama dengan Paul Munster, Selasa (11/8) malam.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan mengingat kompetisi musim baru tinggal hitungan pekan. Bhayangkara FC bahkan sudah menjalani persiapan pramusim sejak 23 Juli.
Kabar perpisahan dengan pelatih asal Irlandia Utara itu diumumkan melalui akun media sosial resmi Bhayangkara FC.
“Terima kasih, Coach Paul Munster,” tulis Bhayangkara FC.
Munster meninggalkan Bhayangkara FC setelah membawa tim promosi tersebut tampil kompetitif pada Super League 2025/2026.
Di bawah arahannya, The Guardian finis di posisi kelima klasemen akhir dengan 53 poin dari 34 pertandingan dan selisih gol +8.
Namun, di balik keputusan Bhayangkara FC melepas Munster, terdapat satu catatan menarik terkait rekornya ketika berhadapan dengan Bernardo Tavares.
Munster menjadi salah satu pelatih yang sulit ditaklukkan Tavares selama berkarier di sepak bola Indonesia.
Tavares Tak Pernah Menang Lawan Munster
Bernardo Tavares pernah berhadapan dengan Paul Munster ketika menangani PSM Makassar.
Kini, Tavares kembali berpotensi bersinggungan dengan Munster dalam konteks persaingan Super League setelah dipercaya menangani Persebaya Surabaya.
Dalam pertemuan mereka, Tavares belum mampu mengalahkan Munster.
Catatan tersebut membuat Munster menjadi salah satu pelatih yang memiliki keunggulan dalam duel taktik melawan pelatih asal Portugal tersebut.
Munster dikenal memiliki pendekatan permainan yang mampu membuat tim asuhan Tavares kesulitan mengembangkan permainan.
Karena itu, kepergian Munster bukan hanya menjadi kehilangan bagi Bhayangkara FC, tetapi juga mengakhiri salah satu duel menarik antara dua pelatih yang pernah menghiasi persaingan sepak bola Indonesia.
Tavares Kini Bersama Persebaya
Musim depan, Bernardo Tavares akan kembali menghadapi persaingan Super League bersama Persebaya Surabaya.
Pelatih yang sebelumnya menangani PSM Makassar tersebut kini mendapat tantangan baru untuk membawa Bajul Ijo bersaing di papan atas.
Persebaya sendiri melakukan pembenahan skuad untuk menyambut musim baru.
Dengan kepindahan Tavares ke Persebaya, menarik untuk melihat apakah catatan positif Munster atas Tavares akan tetap berlanjut jika keduanya kembali bertemu di kompetisi.
Namun, untuk saat ini duel tersebut belum tentu terjadi.
Munster sudah meninggalkan Bhayangkara FC dan manajemen The Guardian harus segera mencari pengganti sebelum kompetisi dimulai.
Tinggalkan Bhayangkara dengan Catatan Positif
Terlepas dari keputusan perpisahan tersebut, Munster meninggalkan sejumlah catatan positif bersama Bhayangkara FC.
Musim lalu, dia berhasil membawa tim promosi langsung bersaing di papan atas dan mengakhiri kompetisi di posisi kelima.
Munster juga sempat membawa Bhayangkara FC mencatat enam kemenangan secara beruntun.
Pelatih berusia 42 tahun itu bahkan masuk dalam nominasi Coach of the Year.
“Musim 2025/26 telah berakhir dan saya sangat bangga dengan apa yang telah dibangun oleh grup ini sepanjang tahun,” tulis Munster dalam unggahannya di Instagram.
Kini, Bhayangkara FC harus bergerak cepat.
Pergantian pelatih di tengah persiapan menuju musim baru membuat manajemen memiliki pekerjaan besar untuk memastikan fondasi tim tidak ikut berubah secara drastis.
Sementara bagi Munster, kepergiannya dari Bhayangkara FC membuka babak baru dalam kariernya.
Satu hal yang sudah tercatat, selama masih berhadapan dengan Bernardo Tavares, Munster menjadi pelatih yang belum mampu ditaklukkan oleh juru taktik asal Portugal tersebut.
Kini, Tavares akan membawa Persebaya memasuki musim baru tanpa harus berhadapan dengan Munster di kubu Bhayangkara FC.
Namun, jika keduanya kembali bertemu di kompetisi lain, duel tersebut tentu kembali menarik untuk dinantikan.





