Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah tudingan mengenai Indonesia yang melakukan transshipment untuk membantu China menghindari tarif dari Amerika Serikat (AS). Transshipment merupakan kegiatan memindahkan barang dari suatu titik ke titik transit lainnya. Tudingan tersebut awalnya berasal dari dokumen berjudul “The Great Transshipment Scam” yang dirilis oleh AS pada Kamis (13/8). Laporan itu menyatakan eksportir China memanfaatkan praktik pengemasan ulang serta pemalsuan asal negara barang melalui Indonesia dan puluhan negara lainnya demi mendapatkan tarif impor yang lebih rendah. Kata Airlangga, Indonesia tidak pernah melakukan praktik transshipment karena berfokus sebagai negara berbasis industri, bukan negara yang mengandalkan sektor pelabuhan. “Indonesia tidak pernah melakukan transhipment, karena Indonesia adalah negara berbasis kepada industri, bukan berbasis kepada pelabuhan,” sebut Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Menurutnya, terdapat negara-negara lain yang memang memiliki spesialisasi sebagai pusat pelabuhan. “Jadi ada negara yang khusus spesialisasi untuk pelabuhan,” lanjut Airlangga. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump resmi menetapkan tarif impor baru terhadap produk dari sekitar 60 negara, termasuk Indonesia yang kembali dikenakan tarif sebesar 10 persen. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Jumat (25/7) pukul 00.01 waktu New York setelah berakhirnya tarif sementara yang sebelumnya diterapkan selama 150 hari. Berdasarkan dokumen yang diterbitkan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), tarif sebesar 10 persen dikenakan kepada negara-negara yang telah diselidiki dan dinilai memiliki kebijakan untuk mencegah masuknya barang hasil kerja paksa. Kriteria tersebut mencakup negara yang telah menerapkan larangan impor terhadap barang hasil kerja paksa, berkomitmen menegakkan larangan tersebut melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART), atau memiliki rezim parsial yang efektif mencegah impor barang tertentu yang diproduksi menggunakan kerja paksa.





