Beredar Isu Penyadapan Puluhan Tokoh Nasional, Bareskrim: Jangan Mudah Percaya 

okezone.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Imbauan ini dikeluarkan menyusul maraknya peredaran daftar nama fiktif atau belum terverifikasi terkait dugaan penyadapan ilegal.

Dalam isu yang beredar luas tersebut, muncul daftar berisi sekitar 43 hingga 64 nama tokoh publik dari berbagai kalangan—mulai dari Presiden, pejabat negara, mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan partai politik, tokoh ormas, aktivis, pakar, hingga pengusaha dan insan pers—yang diklaim menjadi target penyadapan ilegal yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit cs serta sejumlah perwira tinggi Polri lainnya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Suhermanto, menegaskan agar masyarakat lebih bijak dan kritis dalam menyaring rumor yang beredar di ruang digital.

Baca Juga :
Breaking News! Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

"Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa di media sosial banyak beredar informasi yang belum tentu benar. Maka, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar informasinya," ujar Brigjen Pol. Suhermanto kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus memantau dan memberikan pembaruan secara transparan mengenai penanganan perkara tersebut.

"Demikian yang perlu kami sampaikan, mudah-mudahan informasi perkembangan penyidikan yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat buat kita semua. Terima kasih," tutur Brigjen Pol. Suhermanto.

Baca Juga :
Namanya Masuk Daftar Penyadapan Jenderal Listyo Cs, Hercules: Aku Makin Hebat Saja

Polri mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dan mengecek kebenaran isu melalui saluran informasi resmi pemerintah maupun kepolisian guna mencegah penyebaran disinformasi di tengah publik.

(Rahman Asmardika)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Badan Pengkajian MPR Kaji Tiga Model Pilkada dan Desentralisasi Asimetris
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kebakaran Rumah di Nginden Surabaya, Diduga Disengaja Buntut Perselisihan Penghuni
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Timnas Indonesia Gerilya Cari Lawan, Lobi Hong Kong untuk Gantikan Yordania di FIFA Matchday
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Mantan PM Malaysia Najib Razak Tinggalkan Penjara usai Bayar Denda Rp222 Miliar, Jadi Tahanan Rumah
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Jalan Tergenang Air di Medan Akan Diperbaiki pada 2027, Termasuk Jl Letda Sujono
• 35 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.