Program MBG Bisa Jadi Instrumen Pengendali Harga dan Menolong Petani

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta agar para Ahli Gizi yang bertugas di dapur-dapur MBG untuk tidak hanya sekadar textbook minded.

Dalam artian, tidak hanya memakai bahan baku pangan yang itu-itu saja, dan sekadar mencontoh dari buku-buku acuan, sementara saat itu justru terjadi kelangkaan bahan baku.

“Pemakaian terbesar adalah pakcoy, wortel, buncis, kacang, kemudian selada, timun kadang-kadang. Nah kalau anda hanya di situ mengukurnya, hanya text book saja, maka akan terjadi kelangkaan produk-produk tadi dan harganya akan melejit,” kata Nanik dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu, 14 Desember 2025.

Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu meminta para Ahli Gizi menghitung kandungan gizi bahan baku pangan apa saja yang mirip dengan bahan baku pangan di buku acuan. Jangan sampai mereka menyusun menu yang itu-itu saja. Sebab, pemakaian terus-menerus dalam jumlah banyak bisa memicu lonjakan harga.

Padahal dengan Program MBG, seharusnya nasib petani bisa tertolong.

“Saat harga kentang turun, petani Wonosobo nangis, petani di Bandung itu nagis, Saya minta ke Pak Sony (Waka BGN Sony Sonjaya), instruksikan seluruh Ka SPPG menggunakan kentang. Pernah kan? Nah, akhirnya harga kentang bisa naik. Sebaliknya kalau anda lihat harga di pasar sudah tinggi, tinggalkan. Pakai produk yang lain, supaya harga itu tidak terus tinggi,” kata Nanik.

Menurut Nanik salah satu misi dari Program MBG adalah mengendalikan harga bahan baku pangan di pasaran. Sebab, jika harga bahan baku pangan tidak dikendalikan maka akan terjadi inflasi.

“Ahli Gizi, tolong diperhatikan, ya… Kita punya misi untuk menstabilkan harga komonnditas, agar tidak melejit dan juga agar tidak terlalu jatuh,” kata Nanik.

Lebih lanjut, Para Ahli Gizi di setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diminta harus kreatif dalam menyusun menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain harus sesuai dengan kandungan gizi, Ahli Gizi juga perlu memahami harga bahan baku pangan, sehingga dapat memilih bahan baku pangan yang bagus dengan harga terjangkau. Dengan pemahaman ini, program MBG bisa menjadi instrumen pengendali harga bahan baku pangan di tengah masyarakat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antara Pacaran dan Ta’aruf: Menimbang Jalan Cinta Menurut Islam
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Wali Kota Batu dan Kajari Batu Teken Kerja Sama Pidana Kerja Sosial
• 2 jam lalurealita.co
thumb
KPK Bawa 3 Koper Usai Geledah Kantor Pemkab Lampung Tengah
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan di Bidang SDA Kawasan Sumatera
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Buruh di Sulsel Tuntut UMP Naik 10%, Berapa Persen Kenaikan UMP 2026 yang Diumumkan Hari Ini?
• 19 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.