Penyebab Kematian Ibu dan 2 Anak di Warakas Tunggu Hasil Labfor

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bekasi: Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian ibu dan dan dua anak di rumah kontarakannya Jalan Warakas 8, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebab, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan uji toksisitas dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Reonald Simanjuntak mengatakan, pengujian labfor membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena perlu membuktikan kandungan yang ada dalam cairan dan sampel yang diambil dari tubuhnya korban, disesuaikan dengan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi kita dari penyelidik tidak mau terkesan terburu-buru, daripada terburu-buru hasilnya nanti salah, lebih bagus kita pelan-pelan tapi teliti dan benar-benar akurat hasilnya," kata Reonald di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Januari 2026.
 

Baca Juga :Autopsi Rampung, Jasad Keluarga Tewas di Warakas Diserahkan ke Keluarga


Reonald menyebut paling lama hasil labfor keluar lebih dari dua pekan. Tergantung kesulitan barang bukti yang didapatkan. Sementara terkait dugaan adanya unsur pidana, Reonald belum bisa memastikan.

"Kita tidak bisa menduga-duga, karena kita harus berdasarkan fakta," pungkas Reonald.

Sebelumnya, tiga dari empat anggota keluarga ditemukan tewas dalam kondisi tidak wajar pada Jumat, 2 Januari 2026, pagi. Penyebab kematian diduga kuat keracunan makanan.

Evakuasi korban meninggal dunia di Warakas. Foto: Metro TV/Yurike

Ketiga penghuni rumah yang meninggal dunia yakni Siti Solihah, 50, Afiah Al Adilah Jamaludin, 27, dan Adnan al Abrar Jamaludin 13. Sementara korban kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin, 22.
Tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara langsung olah TKP. Sementara korban kritis langsung dilarikan ke RSUD Koja. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa puluhan saksi, termasuk anak korban Abdullag Syauqi Jamaludin.

Selain itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa bungkus makanan di minuman. Polisi mendalami dugaan paparan sianida, karena adanya ruam merah pada tubuh ketiga jenazah. Ketiga jenazah sudah dimakamkan di TPU Rorotan pada Sabtu, 3 Januari 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari JIS ke LRT, Jakpro Tuntaskan Penugasan Strategis Pemprov di 2025
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Pilkada oleh DPRD: Dagelan Usang Politik Lokal
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bonus Rp465 Miliar Atlet SEA Games Cair, Pemerintah Kasih Literasi Keuangan 1,5 Jam
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Satgas PKH: 12 Perusahaan Diduga Sebabkan Bencana Ekologis di Sumatera
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Jeritan Anak-anak Muda Indonesia di Kamboja Kian Nyaring, Sampai Kapan Mereka Jadi Korban ?
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.