Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut kabar terkait dugaan ledakan di area tambang emas milik PT Antam UPBE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tidaklah benar.
Ia mengatakan, pihaknya telah menerima paparan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor. Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak ditemukan adanya peristiwa ledakan di kawasan pertambangan.
Advertisement
"Tadi sudah dijelaskan secara teknis oleh pimpinan PT Antam. Penjelasannya sangat rinci dan beliau menegaskan bahwa berita yang beredar terkait ledakan itu tidak benar. Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor," ujar Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Rabu (14/1/2026).
Wikha mengungkapkan peristiwa yang terjadi adalah munculnya kepulan asap di lubang tambang blok cepu pada Selasa dini hari. "Kemudian langsung dilakukan penanganan dengan cepat," jelasnya.
Pihak PT Antam langsung mengevakuasi seluruh pekerja yang berada di area tambang emas tersebut. Hasil pengecekan menyeluruh, kata dia, tidak ada pekerja PT Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam lubang.
"Tidak ada sama sekali dari pekerja Antam yang dikabarkan menjadi korban. Jadi berita yang beredar yang menyebutkan ada 700 korban terjebak itu dipastikan oleh pihak PT Antam tidak ada," jelasnya.
Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab munculnya kepulan asap tersebut dan menelusuri sumbernya. "Titik munculnya asap itu dari mana, masih ditelusuri oleh tim dari Antam sendiri," ujarnya.
Menurutnya, peristiwa munculnya asap yang diduga beracun ini terjadi pada Selasa dini hari (13/1/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.
Namun, sampai saat ini tim dari Antam belum bisa masuk ke titik lokasi munculnya asap karena kadar karbon monoksida (CO) di dalam area tambang masih tinggi.
"Dari Antam sendiri belum bisa masuk ke dalam titik lokasinya. Tadi sudah disampaikan bahwa kadar karbon monoksidanya masih belum memungkinkan tim untuk masuk ke dalam lokasi," jelasnya.



