Lo Kheng Hong Lanjut Borong ABM Investama (ABMM)

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Lo Kheng Hong kembali memborong saham emiten batu bara PT ABM Investama Tbk. (ABMM). Aksi beli itu membuat saham ABMM milik Lo Kheng Hong menyentuh 5,61% dari total saham perseroan.

Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 13 Januari 2026, total saham ABMM milik Lo Kheng Hong menjadi sebanyak 154.485.300 lembar. Jumlah itu bertambah dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 154.255.300 lembar.

Sebagai informasi, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia memang aktif memborong saham ABMM sepanjang 2025 lalu.

Lo Kheng Hong tercatat memegang 149,64 juta lembar pada akhir Desember 2024. Memasuki penutupan tahun lalu, kepemilikan terpantau bertambah 4,36 juta lembar per 30 Desember 2025.

Pada sisi kinerja, ABMM dibayangi penurunan laba bersih minimal hingga kuartal III/2025. ABMM mencatatkan penurunan signifikan laba bersih sepanjang Januari—September 2025 menjadi US$42,20 juta.

Mengutip laporan keuangan, realisasi laba bersih ABMM itu merosot 62,29% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari capaian laba periode yang berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ABMM pada kuartal III/2024 yang tercatat sebesar US$111,92 juta.

Baca Juga

  • Lo Kheng Hong Borong Lagi Saham ABMM 2026
  • Perubahan Kepemilikan Saham ABMM, BATA, BUMI, DEWA, EURO, FOLK, Hingga WMUU per 8 Januari 2026
  • Direksi ABM Investama (ABMM) Ungkap Strategi Usai Laba Bersih Anjlok 62,29%

Menyusutnya laba bersih ABMM sejalan dengan pendapatan perseroan yang juga mengalami penurunan sebesar 12,5% (YoY) menjadi US$781,6 juta. Penurunan pendapatan konsolidasian itu mencerminkan dampak dari pelemahan harga batu bara dan tantangan operasional yang signifikan akibat cuaca ekstrem pada paruh pertama 2025.

Adapun, volume pengupasan lapisan tanah pada kuartal III/2025 mengalami penurunan sebesar 12,0% YoY menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm) dibandingkan dengan realisasi pada kuartal III/2024 sebesar 202,9 Mbcm.

Sejalan dengan itu, volume pengambilan batu bara sepanjang 9 bulan tahun ini juga menurun sebesar 14,2% YoY menjadi 24,8 juta ton (Mt).

Meskipun angka tahunan menunjukkan penurunan, perseroan menyebut bahwa normalisasi jam hujan di lokasi operasional serta pelaksanaan inisiatif strategis selama kuartal III/2025 berkontribusi terhadap peningkatan secara kuartalan, volume pengupasan lapisan tanah yang tercermin dalam perbaikan indikator profitabilitas pada kuartal III/2025 dibandingkan dengan periode kuartal II/2025.

Adapun, bisnis perdagangan bahan bakar pada kuartal III/2025 mengalami penurunan volume penjualan sebesar 14,4% menjadi 282 juta liter. Sementara itu, bisnis logistik mempertahankan kinerja solid dengan tingkat pengiriman tepat waktu (ontime delivery) sebesar 94,0%.

Di sisi lain, bisnis jasa dan fabrikasi pada kuartal III/2025 terus menunjukkan peningkatan dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time-in-full) mencapai 83,7%, naik dari posisi 77,0% pada kuartal III/2024.

------------------- 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bakal Beri Insentif Finansial untuk Peneliti yang Memenangkan Dana Hibah
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Gembok Dibuka, Saham PKPK Kembali Tancap Gas!
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arab Saudi tak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan untuk Serang Iran
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Semburan Lumpur Muncul di Pulau Semau, Polda NTT Pastikan Bukan Aktivitas Vulkanik
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soal Vonis Laras Faizati, Ketua Komisi III DPR Sebut Bukti Manfaat Nyata KUHP dan KUHAP Baru
• 7 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.