BEKASI, KOMPAS.com – Warga Kampung Gabus, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, menyambut gembira kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke permukiman mereka yang sempat terendam banjir, Senin (19/1/2026).
Dalam kunjungan itu, Gibran sempat meninjau kondisi rumah warga dan menjanjikan bantuan untuk meringankan dampak banjir. Seorang warga, Ika (41), menceritakan pengalaman saat rumahnya didatangi Wakil Presiden.
“Dia (Gibran) lihat-lihat dan sempat berdiri di depan rumah saya. Terus sempat ngomong, ‘ya entar dibantu’ kata dia. Tapi bantuannya apa, enggak disebut,” ujarnya saat ditemui Kompas.com, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Senangnya Warga Kampung Gabus Didatangi Gibran Saat Banjir, Ditanya soal Kaki Memerah
Ika menjelaskan, banjir sempat masuk ke dalam rumahnya hingga ketinggian sekitar 50 sentimeter, sementara di halaman depan rumah mencapai 80 sentimeter. Ia terpaksa menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman.
“Kemarin barang-barang semua, kasur anak saya sama motor pada digantung-gantungin. Tapi saya enggak ngungsi. Soalnya mikirin air. Entar kalau kehabisan air kan ini enggak bisa bersih-bersih,” katanya.
Meskipun banjir kali ini tidak separah peristiwa serupa pada 2020, Ika mengaku masih menyimpan trauma.
Ia berharap pemerintah memperbaiki infrastruktur untuk mengurangi dampak banjir, mengingat permukiman tersebut berada dekat aliran Kali CBL (Cikarang-Bekasi-Laut).
“Harapannya jalanannya mungkin ditinggiin ya, dibagusin gitu biar kalau banjir enggak terlalu parah. Tapi emang di sini langganan banjir sih, soalnya Kali CBL dari sini sudah deket banget,” ujarnya.
Warga lain, Aas (55), menyatakan kaget dan senang saat rumahnya didatangi Gibran. Ia bahkan bersalaman langsung dengan Wakil Presiden.
Baca juga: Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, 33 Desa di 15 Kecamatan Terdampak
“Saya sempat salaman sama Pak Gibran. Kata saya, orangnya ganteng banget. Biasanya di TV-nya rada item, cakepan aslinya. Tangannya juga lembut banget. Bilangnya mau ngasih bantuan juga,” ungkapnya.
Aas sempat mengungsi ke rumah keluarga karena ketinggian air mencapai dada.
“Saya sempat mengungsi. Itu saya jalan kaki sampai sedada. Enggak ada perahu soalnya,” katanya.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan banjir di Kampung Gabus sudah mulai surut pada Senin sore. Meski begitu, genangan air masih terlihat di beberapa ruas jalan, bercampur dengan sampah yang terbawa arus banjir.
Beberapa warga mulai membersihkan perabotan rumah, sementara sebagian lainnya menunda menurunkan barang dari tempat penyimpanan karena khawatir banjir susulan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir di Kecamatan Tambun Utara tidak hanya merendam Desa Srimukti, tetapi juga Desa Srimahi dan Srijaya, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
Baca juga: Pemkot Bekasi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Cegah Banjir di Jatiwaringin
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyebut bahwa banjir meluas ke puluhan desa di sejumlah kecamatan.
“Sejauh ini ada 33 desa yang tersebar di 15 kecamatan yang terdampak banjir. Untuk ketinggiannya bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di titik terparah,” ujar Dodi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



