Terbang Jauh dari Bandung, Adik Ipar Deden Maulana: Kami Harap Bisa Membawa Pulang Kakak Kami

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Harapan dan doa terus dilangitkan keluarga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Salah satunya datang dari keluarga Deden Maulana, yang rela menempuh perjalanan jauh dari Bandung demi memperoleh informasi langsung di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.

Asep Hilman Rosadi, adik ipar Deden Maulana, mengaku kedatangannya ke Makassar difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia ingin memastikan langsung perkembangan pencarian korban sekaligus menghindari informasi simpang siur yang beredar di media sosial.

“Saya keluarga dari bapak Deden Maulana, PNS dari Kementerian Kelautan yang ikut di pesawat,” ujar Asep saat ditemui di Posko AJU, Selasa (20/1/2026).

Ia mengatakan, dirinya berangkat dari Bandung dengan satu tujuan, mencari informasi yang valid dan jelas terkait kondisi korban.

Menurutnya, informasi yang beredar di TikTok maupun Instagram justru kerap menambah kegelisahan keluarga.

“Sebagai keluarga, tentunya mencoba mencari informasi di posko ini. Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih banyak, Basarnas, TNI, relawan, dan semua, alhamdulilah saya diterima dengan baik,” imbuhnya.

Asep mengaku, penjelasan langsung dari petugas di posko membuat keluarga lebih tenang.

Informasi yang disampaikan petugas posko jauh lebih akurat dibanding kabar yang beredar di media sosial.

“Saya diberikan informasi-informasi yang tentunya lebih jelas. Karena jujur saja kami dari pihak keluarga mendapatkan berita-berita di TikTok, Instagram, simpan siur sekali,” Asep menuturkan.

“Tapi dengan di sini ada penjelasan, itu setidaknya kami mendapatkan informasi yang lebih tepat gitu yah,” sambung Asep.

Ia pun berharap media dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang dan akurat, mengingat keluarga korban sedang berada dalam kondisi berduka dan penuh kecemasan.

“Karena kami sebagai keluarga tentunya sangat bersedih, berduka, apalagi yang simpan siur gitu yah. Kami di keluarga ini kan sedang menunggu kabar baik,” katanya.

Meski demikian, Asep menegaskan bahwa keluarga telah berusaha menguatkan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

“Tetapi kami sejujurnya dari keluarga pak Deden Maulana, tentu insyaallah sudah ridho, ikhlas, apapun kondisinya,” ungkapnya.

Di tengah situasi sulit ini, keluarga masih menyimpan harapan besar akan keajaiban. Mereka terus berdoa agar Deden Maulana dan penumpang lain yang belum ditemukan dapat diselamatkan.

“Yang kami harapkan adalah mudah-mudahan bapak Deden dan penumpang yang belum ditemukan bisa diberikan keajaiban oleh Allah agar bisa selamat,” terangnya.

“Walupun sekian persen dengan kondisi seperti ini, tapi kami tetap optimis, berharap, berdoa, agar keluarga kami pak Deden juga yang lain bisa selamat,” lanjut Asep.

Asep juga menjelaskan bahwa Deden Maulana tengah menjalankan tugas kedinasan saat pesawat naas tersebut mengalami kecelakaan. Deden diketahui bertugas di KKP dan kerap menjalankan patroli udara.

“Pak Deden ini bertugas di Kementerian Kelautan sejujurnya kalau tepatnya saya tidak tahu, tapi dalam tugas kedinasan yah. Biasanya beliau melaksanakan patroli udara. Itu dari Jakarta, Jogja, lalu ke Makassar,” jelasnya.

Asep menyampaikan apresiasi kepada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dinilai sangat memperhatikan keluarga korban, termasuk masa depan anak Deden.

“Tentu dari pihak keluarga memikirkan gitu yah, tapi alhamdulilah dari Kementerian Kelautan kemarin pak Menteri, Dirjen, dan staf, datang ke rumah kami di Jakarta,” ungkapnya.

“Sudah bertemu juga dengan anaknya pak Deden, menyampaikan insyaallah mudah-mudahan pendidikannya akan diperhatikan,” tandasnya.

Asep bilang, harapan terbesar keluarga masih meyakini dapat membawa pulang Deden Maulana dengan selamat.

“Ketika datang ke Makassar ini, kami harap bisa menjemput membawa pulang kakak kami. Sekali lagi kami berharap pak Deden bisa kembali dengan selamat,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK OTT Bupati Pati Sudewo yang Punya Kekayaan Rp 31,5 Miliar
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Ini Deretan Pesawat Indonesia yang Kecelakaan di Bulan Januari, Ada yang Penumpangnya Selamat
• 10 jam lalufajar.co.id
thumb
Kasus Penipuan Masuk Akpol Naik Sidik, Pihak Korban Serahkan Bukti Chat yang Seret Nama Adly Fairuz
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Bupati Sudewo Diduga Patok Harga di Kasus Jual Beli Jabatan Desa
• 5 jam laluokezone.com
thumb
FPCI: Indonesia perlu berperan lebih aktif dalam diplomasi di ASEAN
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.