Pasar saham dunia kompak merah pada perdagangan Rabu (21/1) waktu Indonesia dan Selasa (20/1) waktu Amerika Serikat dan Eropa. Indeks yang melemah mulai dari Wall Street dengan Nasdaq yang anjlok paling dalam hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di pasar Asia, Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 251,40 poin (0,47 persen) ke 52.736, Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 10,03 poin (0,04 persen) ke 26.476, Indeks SSE Composite di China naik 12,30 poin (0,29 persen) ke 4.125, Indeks Straits Times di Singapura turun 19,970 poin (0,41 persen) ke 4.809.
IHSG menjadi yang paling parah pada perdagangan sesi I anjlok paling dalam dengan kehilangan 113,21 poin (1,24 persen) ke 9.021,48. Indeks LQ45 juga melemah, ditutup turun 10,38 poin (1,17 persen) ke 873,91. Sebanyak 143 saham naik, 575 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Di pasar Eropa, ada FTSE 100 Index (London) yang turun 68,56 poin (0,67 persen) ke 10.0126 dan Xetra Dax (Frankfurt Jerman) anjlok 255,94 poin (1,03 persen) ke 24.703.
Di pasar Amerika, Dow Jones Index (DJI) turun 870,73 poin (1,76 persen) ke 48.488, S&P 500 Index turun 143,06 poin (2,06 persen) ke 22.954, dan Nasdaq turun 561,07 poin (2,39 persen) ke 22.954.
Dikutip dari Rueters, seluruh indeks utama Wall Street ditutup melemah tajam, mencatat penurunan satu hari terbesar dalam tiga bulan terakhir. Aksi jual luas ini dipicu kekhawatiran bahwa ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa dapat memicu kembali volatilitas pasar.
Aksi risk-off terjadi secara menyeluruh, mendorong harga emas menembus rekor tertinggi baru, sekaligus menaikkan biaya utang karena obligasi pemerintah AS (US Treasuries) kembali tertekan aksi jual. Bitcoin, yang terkadang diminati saat pasar tradisional bergejolak, justru turun lebih dari 3 persen.
Perdagangan Selasa menjadi kesempatan pertama bagi investor AS untuk bereaksi terhadap pernyataan Trump pada akhir pekan, setelah pasar tutup pada libur Hari Martin Luther King Jr.
Trump menyatakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen akan mulai berlaku pada 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris yang sebelumnya sudah dikenakan tarif oleh AS.
Tarif tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni dan akan terus diberlakukan hingga tercapai kesepakatan agar AS dapat membeli Greenland, tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Pemerintah Greenland wilayah otonom Denmark dan pemerintah Denmark menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual.
Kembalinya ancaman tarif ke pasar global mengingatkan pada “Hari Pembebasan” pada April lalu, ketika kebijakan tarif Trump terhadap mitra dagang global mendorong S&P 500 mendekati wilayah bear market.

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2025%2F08%2F25%2Fb3a3bf7a-ab6d-4120-98a6-95fb2964b31a_jpg.jpg)


