Dinamika Atmosfer Dongkrak Potensi Hujan Lebat di Jawa–NTT

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah Indonesia bakal dilanda cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer hingga bibit siklon, pada Kamis, 22 Januari 2026. Masyarakat di area terdampak diminta waspada.

Prakirawan BMKG Lintang Alya menjelaskan, bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di wilayah Samudera Hindia selatan Laut Sawu. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot dengan tekanan udara minimum 1003 hektopaskal.

“Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diprediksi mengalami sedikit peningkatan. Potensi bibit Cyclone Tropis 97S menjadi Cyclone Tropis berada pada kategori rendah hingga sedang,” ujar Lintang, pada Rabu, 21 Januari 2026.


Prakirawan BMKG Lintang Alya memaparkan potensi cuaca 22 Januari 2026. 

Dia menjelaskan bajwa keberadaan bibit Siklon Tropis 97S menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sistem ini juga membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi serta daerah perlambatan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur dan di sekitar pusat bibit siklon.

"Selain itu, X Cyclone Tropis Nocaen teramati berada di Samudera Pasifik utara Papua Barat. Sistem ini turut membentuk daerah konfluensi dan perlambatan angin di Samudera Pasifik utara Papua Barat," papar Lintang.

BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Aceh. Sirkulasi ini terbentuk setelah munculnya daerah tekanan rendah di Teluk Karpentaria dan Samudera Hindia timur laut Papua. Kondisi tersebut membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di pesisir barat Aceh, dari Laut Arafura hingga pesisir utara Australia bagian utara, serta Samudera Pasifik utara Papua.

Baca Juga :

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem akibat Krisis Iklim
Lintang menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar X Cyclone Tropis, sirkulasi siklonik, daerah tekanan rendah, serta di sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi.

“Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Yakni di Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
NASA Luncurkan Teleskop Pandora ke Luar Angkasa, Siap Cari Planet Layak Huni
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Saling Ancam Habis-habisan! AS Siap Hapus Iran, Teheran Janji Bakar Dunia
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Riset PBB: 6,1 Miliar Populasi Dunia Hadapi Krisis Pasokan Air
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
DBH Dipangkas Rp15 T, Subsidi Transjakarta Hanya Sampai 9 Bulan
• 9 jam laluidntimes.com
thumb
Cap Tangan di Pulau Muna, Meneguhkan Indonesia sebagai Pusat Seni Tertua di Dunia
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.