OJK Prediksi Tren Penurunan ATM Berlanjut karena Digitalisasi Layanan Perbankan

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi tren penurunan jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) akan terus berlanjut akibat semakin masifnya adopsi teknologi digital di sektor jasa keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa keputusan pengurangan jumlah ATM merupakan keputusan bisnis masing-masing bank, namun dipengaruhi kuat oleh perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan.

"Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif, yang mana berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank", ungkapnya.

Penurunan Jumlah Mesin ATM dan Perubahan Perilaku Nasabah

Berdasarkan Laporan Surveillance Perbankan Indonesia OJK, hingga kuartal III-2025 tercatat sebanyak 89.774 unit mesin ATM, CDM (Cash Deposit Machine), dan CRM (Cash Recycling Machine).

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal III-2024 yang mencapai 91.173 unit.

Dalam kurun waktu satu tahun, terjadi pengurangan sebanyak 1.399 unit mesin.

Dian menjelaskan bahwa adopsi teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan perbankan secara signifikan.

"Semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai, maka kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin minimal", ia mengungkapkan.

Efisiensi Biaya dan Dorongan Menuju Ekonomi Nontunai

Selain mengubah perilaku nasabah, penguatan layanan digital juga menjadi upaya perbankan dalam meningkatkan efisiensi operasional.

Dian menilai bahwa efisiensi dapat dicapai melalui pengurangan infrastruktur fisik serta optimalisasi proses layanan berbasis teknologi.

"Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan", jelasnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan teknologi digital juga mendorong perluasan transaksi non-tunai (cashless) yang dinilai mampu membuat aktivitas ekonomi berjalan lebih efisien.

"Sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut", tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lula Minta Trump Libatkan Palestina dalam Dewan Perdamaian Gaza
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Staf Kemenaker Akui Terima Jatah Uang Pemerasan Sertifikat K3 hingga Rp 1,8 Miliar
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Prancis Segera Sahkan UU Atur Larangan Anak di Bawah 15 Tahun Akses Medsos
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ini Alasan DPR Usulkan Adies Kadir Jadi Hakim MK
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Dorong Ekspor Beras ke Arab Saudi
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.