Jakarta, IDN Times - Iran mengatakan pihaknya sepenuhnya siap menghadapi risiko perang apa pun demi melindungi kepentingan nasionalnya. Namun, Teheran menegaskan akan tetap memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan berbagai masalah.
Kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Iran kian menguat di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara menyusul protes antipemerintah yang melanda Iran. Situasi ini semakin terasa setelah kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali tiba di Timur Tengah pada Senin (26/1/2026).
“Di tengah ancaman-ancaman ini, kami mendengar tabuhan genderang perang di media asing. Ini bukan kali pertama kami menghadapi ancaman semacam ini. Sebelumnya kami telah melalui perang bertahap,” kata juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, dalam konferensi pers di Teheran pada Selasa (27/1/2026), dikutip dari Anadolu.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458763/original/019622800_1767089744-WhatsApp_Image_2025-12-30_at_17.03.34.jpeg)

