Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proses penunjukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) hingga kini masih bersifat dinamis dan belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Proses Penunjukan Belum FinalPurbaya mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima permintaan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk memberikan asesmen terhadap calon Wamenkeu.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya. Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu, katanya tunggu pernyataan Bapak Presiden," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun nama Juda Agung sempat disebut sebagai kandidat utama, belum ada konfirmasi formal mengenai hal tersebut.
Menurut Purbaya, sejauh ini hanya satu nama yang menjadi bahan pembahasan dalam lingkaran politik terkait calon Wamenkeu.
"Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah," ia menjelaskan.
Pertemuan dengan Juda Agung dan Situasi KementerianPurbaya membenarkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Juda Agung di kantornya pada pekan lalu.
Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanya membahas isu-isu seputar kebijakan ekonomi dan tidak terkait posisi Wamenkeu.
Terkait waktu pelantikan Wamenkeu, Purbaya menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti kapan akan dilakukan.
Ia menekankan bahwa keputusan pengangkatan dan pelantikan Wamenkeu sepenuhnya berada di tangan Presiden sebagai hak prerogatif.
Meski posisi Wamenkeu saat ini kosong, Purbaya memastikan bahwa hal itu tidak mengganggu koordinasi maupun operasional di Kementerian Keuangan.
"Di bawahnya kan ada dirjen-dirjen. Saya yang ngendaliin sama Pak Wamen yang ada sekarang," ia menegaskan, merujuk pada Suahasil Nazara yang saat ini masih menjabat sebagai Wamenkeu aktif.



