Jakarta, VIVA – CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pemerintah bakal melakukan groundbreaking enam peternakan ayam di awal Februari 2026 mendatang. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah 12 titik sentra ayam terintegrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Pokoknya semua sudah siap. Kita sih ada enam (peternakan ayam), semuanya sudah siap. Paling mungkin awal Februari (groundbreaking),” ucap Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu 28 Januari 2026.
- Istimewa
Rosan mengungkap enam titik sentra peternakan ayam tersebut tersebar di empat lokasi. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail di mana empat lokasi yang dimaksud.
“Ada di empat lokasi,” ucapnya.
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa. Upaya itu dilakukan demi menekan disparitas harga serta menjaga stabilitas pasokan nasional.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda saat sarasehan bertema "Transformasi Peternakan Unggas Nasional: Optimalisasi Dana 20 Triliun Menuju Kemandirian Pangan" di Fakultas Peternakan UGM Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 22 November 2025.
"Pemerintah sekarang mendorong pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa," ujar Agung.
Dia menyebutkan produksi telur di Indonesia saat ini mencapai 6,2 juta ton dan daging ayam sekitar 3,8 juta ton per tahun sehingga masih mencukupi kebutuhan secara nasional. Meski begitu, ia mengakui 63 persen produksi kedua komoditas tersebut berada di Pulau Jawa sebagai ekosistem peternakan yang lebih dulu berkembang.
"Karena memang ekosistem yang sudah 'establish' di Pulau Jawa ini," kata dia.
Sebagai upaya pemerataan, menurut Agung, pemerintah menyiapkan pengembangan klaster produksi ayam petelur dan ayam pedaging di berbagai wilayah.
Tahap pertama diarahkan ke sejumlah provinsi, seperti Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan dan Jawa Timur.
- vstory
Selain itu, Kementan juga menyiapkan penguatan hilirisasi ayam terintegrasi untuk mendukung pengembangan tersebut.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4745850/original/055259400_1708238149-WhatsApp_Image_2024-02-18_at_13.25.05__1_.jpeg)

