Kementerian Luar Negeri RI mengecam serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, yang dilancarkan saat gencatan senjata. Kemlu menilai Israel telah melakukan pelanggaran dan tak menghormati kesepakatan.
"Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku," bunyi keterangan resmi Kemlu di X, dilihat detikcom, Minggu (1/2/2026).
Pemerintah menyebut serangan itu memperburuk penderitaan warga sipil di Gaza. Kemlu mengatakan sikap yang ditunjukan Israel itu merusak kepercayaan dan menghambat penyelesaian politik.
"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut. Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan," jelasnya.
Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab disebut secara tegas mengecam pelanggaran berulang Israel terhadap gencatan senjata di Gaza. Tindakan ini berisiko meningkatkan ketegangan dan mengganggu upaya memulihkan stabilitas perdamaian.
"Para menteri menilai bahwa pelanggaran berulang ini merupakan ancaman langsung terhadap proses politik dan menghambat upaya yang sedang berlangsung untuk menciptakan kondisi yang sesuai untuk transisi ke fase yang lebih stabil di jalur Gaza, baik dalam hal keamanan maupun kondisi kemanusiaan, serta menekankan pentingnya komitmen penuh untuk memastikan fase kedua rencana perdamaian Presiden Trump," jelasnya.
Kemlu berharap semua pihak mampu mengendalikan diri dan mempertahankan gencatan senjata. Pemerintah berharap Palestina mendapat perdamaian yang adil sesuai dengan hukum internasional.
Sebelumnya, Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke Gaza, Palestina. Serangan itu menyebabkan 32 orang tewas.
Dilansir BBC, Minggu (1/2/2026), Badan pertahanan sipil yang dioperasikan oleh Hamas mengatakan anak-anak dan perempuan termasuk di antara korban tewas akibat serangan pada Sabtu (31/1). Helikopter tempur disebut menghantam tenda yang menampung pengungsi di kota Khan Younis di Gaza selatan.
Warga Palestina menggambarkan serangan ini sebagai yang terberat sejak fase kedua gencatan senjata dimulai Oktober 2025. Fase kedua sendiri mulai berlaku awal bulan ini.
(dwr/wnv)




