Harga BTC Tertekan, Outflow ETF Bitcoin Pecah Rekor di Januari

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Harga BTC tertekan sejak awal 2026 seiring meningkatnya tekanan di pasar kripto global. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah 1,50% ke level USD77.700 atau sekitar Rp1,30 miliar, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di USD75.724 sebagai level yang terakhir kali terlihat pada April 2025.
 
Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, menjelaskan harga BTC yang tertekan turut mendorong dominasi Bitcoin (BTC.D) bertahan di kisaran 59,93%, sementara total kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 2% ke level USD2,59 triliun.
  Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%, Bagaimana Arah Bitcoin?
Sepanjang Januari 2026, harga BTC tertekan dengan penurunan bulanan sebesar 10,17%, ditutup di level USD78.621. Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan dari puncak siklus 2025 di USD126.000, membuat Bitcoin telah terkoreksi hampir 40% dan kembali ke area harga pasca-gejolak pasar akibat kebijakan tarif “liberation day” pada April 2025.
 
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) mencatatkan koreksi lebih dalam dengan penurunan 17,52% sepanjang Januari, ditutup di USD2.445, jauh di bawah level awal bulan di USD2.967. Faktor Makro Tekan Sentimen Risiko Harga BTC tertekan seiring meningkatnya aksi jual di pasar aset berisiko, terutama sejak Presiden Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell.

Langkah tersebut memperkuat Dolar AS dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral, yang secara langsung mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai aset lindung nilai.
 
Tekanan sentimen juga menjalar ke pasar komoditas. Perak mencatatkan salah satu penurunan terburuk dalam sejarah modern dengan anjlok sekitar 30% dari rekor USD110 ke level USD77. Emas digital (PAXG) turut terkoreksi hampir 15% dari puncak USD5.650 ke kisaran USD4.800, memperkuat sinyal risk-off global.
 
Institusi Pilih Menepi, ETF Catat Outflow Terbesar
 
Dari sisi institusional, harga BTC tertekan seiring sikap hati-hati investor besar. Data ETF Bitcoin Spot mencatatkan outflow mingguan terbesar sepanjang sejarah pada periode 26–30 Januari, mencapai USD1,49 miliar.
 
Secara kumulatif, sepanjang Januari 2026, ETF Bitcoin membukukan arus keluar bersih USD1,62 miliar, hasil dari total outflow USD3,50 miliar yang hanya diimbangi inflow USD1,87 miliar. Dampaknya, total aset bersih ETF Bitcoin turun ke USD106,96 miliar, mencerminkan strategi wait and see di tengah volatilitas ekstrem.
 
Dalam jangka pendek, harga BTC tertekan dengan potensi pergerakan fluktuatif di kisaran USD76.000 hingga USD79.000, dengan peluang uji ulang area support jika tekanan makro berlanjut. Sementara itu, Ethereum diperkirakan bergerak di rentang USD2.200 hingga USD2.400, mengikuti arah sentimen global dan pergerakan Bitcoin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Merawat Multikultural dari Ruang Kelas Paling Awal
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Satelit Menangkap Aktivitas Baru di Fasilitas Nuklir Iran
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Korban Tak Berani Lapor, Polisi Selidiki Dugaan Penyerangan Gudang Astro di Pasar Minggu
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kebakaran Mobil di Tol Jagorawi, Melibatkan Jetour & BMW
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kurator Sritex Segera Lelang Aset Tanah dan Mesin, Janji Duit Buat Bayar Pesangon Buruh
• 9 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.