Nilai Bisnis Ekspor di Sumatra Barat Naik 27,64% Sepanjang 2025

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor asal Provinsi Sumatra Barat pada Januari–Desember 2025 naik 27,64% dibanding periode yang sama tahun 2024. Tercatat ekspor naik dari US$2,17 miliar menjadi US$2,77 miliar.

Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan, peningkatan nilai ekspor sepanjang 2025 juga tercermin dari kinerja bulanan. Nilai ekspor pada Desember 2025 tercatat sebesar US$321,29 juta atau meningkat 85,12% dibandingkan Desember 2024.

Dari sisi komoditas, BPS mencatat terdapat sepuluh komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor jika dibandingkan periode Januari–Desember 2025 dengan Januari–Desember 2024. Penurunan terbesar terjadi pada bahan samak dan celup (HS 32) sebesar US$43,40 juta atau turun 27,66%. Sementara itu, peningkatan tertinggi tercatat pada golongan berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$101,50 juta atau naik 66,73%.

“Komoditas lainnya yang juga mengalami penurunan adalah karet dan barang dari karet US$87,14 juta atau turun 3,19% hingga kosmetik wangi-wangian US$21,82 juta atau turun 1,73%,” katanya dikutip data resmi BPS, Senin (1/2/2026).

BPS mencatat, selama Januari–Desember 2025, ekspor dari sepuluh golongan barang berdasarkan HS dua digit tersebut memberikan kontribusi sebesar 99,85% terhadap total ekspor Sumatra Barat. Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut tumbuh 27,99% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) sepanjang Januari–Desember 2025 meliputi liquid fractions of palm oil, refined oil, but not chemically modified, with iodine value 55 or more, but less than 60 senilai US$947,42 juta, crude palm oil sebesar US$666,35 juta, serta refined palm oil senilai US$569,39 juta.

Baca Juga

  • Bank Nagari Bukukan Laba Rp493,74 Miliar pada 2025
  • KUR Bank Nagari 2025: Maradang Tawarkan Bunga 6%
  • Perhitungan Pesangon PHK 2026 dan Hak-Hak Pekerja

“Jadi untuk ekspor asal Sumbar ini dikirim ke India yang memiliki peranan besar, yang disusul Pakistan, dan Bangladesh,” jelasnya.

Nurul merinci, nilai ekspor ke India mencapai US$810,56 juta atau setara 29,16% dari total ekspor. Selanjutnya, ekspor ke Pakistan tercatat sebesar US$615,71 juta atau 22,15%, serta ke Bangladesh sebesar US$328,10 juta atau 11,80%. Komoditas utama yang diekspor ke India pada periode tersebut adalah crude palm oil (CPO).

Menurut Nurul, selama Januari–Desember 2025, ekspor Sumatra Barat pada sektor industri pengolahan meningkat 29,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama ditopang oleh kenaikan ekspor minyak kelapa sawit. Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan turun 86,46% akibat merosotnya ekspor bahan bakar mineral. Ekspor hasil pertanian juga mengalami penurunan sebesar 2,71% yang dipicu oleh menurunnya ekspor lak, getah, dan damar.

Sementara itu, secara bulanan pada Desember 2025, ekspor produk industri pengolahan tercatat meningkat 98,39% dibandingkan Desember 2024. Adapun ekspor produk pertambangan dan pertanian masing-masing turun 98,69% dan 53,70% pada periode yang sama.

“Ekspor Januari - Desember 2025 sebagian besar dimuat di pelabuhan muat yang ada di Sumbar yaitu US$2.606,16 juta,” sebutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral! Tak Ada Jembatan, Siswa di Lampung Timur Seberangi Sungai Pakai Perahu Getek
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Total Hampir 2.000 Napi Berisiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kagetnya Nadiem, Anak Buah Diam-Diam Terima Uang Chromebook
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Wamenkes Menghadap Prabowo, Diminta Fokus Tangani TBC
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pigai Curhat Uang Pribadi Habis Bantu Korban Bencana: Tidak Ada Anggaran Bansos di Kementerian HAM
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.