TEHERAN, KOMPAS.TV — Iran memperingati 47 tahun Revolusi Islam 1979 pada Rabu (11/2/2026) di tengah dinamika politik dalam negeri dan negosiasi eksternal yang masih berlangsung.
Dalam seremoni nasional tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas dampak yang timbul dari insiden demonstrasi nasional beberapa waktu lalu.
Dalam pidatonya yang disiarkan media pemerintah, Pezeshkian mengatakan, dirinya memahami “kesedihan besar” yang dirasakan sebagian warga.
Ia menyatakan pemerintah merasa “malu di hadapan rakyat” dan berkomitmen membantu mereka yang terdampak peristiwa tersebut.
Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Bahas Situasi Iran lewat Telepon, AS Dorong Beijing Isolasi Teheran
“Kami tidak mencari konfrontasi dengan rakyat,” ujarnya dikutip dari Associated Press.
Namun, dalam pernyataan tersebut, ia tidak secara rinci menjelaskan tanggung jawab institusi tertentu atas kekerasan yang terjadi.
Peringatan revolusi yang menggulingkan Shah Iran pada 1979 itu berlangsung dengan partisipasi massa di berbagai kota.
Televisi pemerintah menayangkan gambar ribuan warga yang membawa foto Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Sejumlah laporan dari saksi mata menyebutkan pada malam sebelumnya terdengar seruan kritik terhadap pemerintah dari beberapa kawasan di Teheran. Laporan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Iran sebelumnya menghadapi demonstrasi berskala nasional yang diikuti penindakan aparat keamanan.
Baca Juga: Donald Trump Lancarkan Perang Urat Syaraf, Peringatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Kelompok hak asasi manusia melaporkan adanya korban jiwa dan penahanan dalam jumlah besar.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- Revolusi Iran 1979
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian
- demonstrasi Iran
- permintaan maaf Presiden Iran
- negosiasi nuklir Iran
- Ali Khamenei





