JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto baik arah Cawang maupun Slipi, terpantau padat menjelang waktu berbuka puasa pada Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan, kepadatan dari arah Slipi menuju Cawang mulai terjadi di titik pertemuan arus kendaraan dari Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya di sekitar Balai Sarbini.
Baca juga: Hujan Deras Kamis Pagi, Arus Lalu Lintas Gatot Soebroto Menuju Slipi Padat
Kendaraan roda empat dari arah Slipi tampak melambat saat bertemu arus dari Jalan Jenderal Soedirman.
Laju mobil diperkirakan hanya sekitar lima kilometer per jam.
Sejumlah kendaraan juga terlihat mengantre untuk masuk ke pintu tol dalam kota arah Bogor.
Sepeda motor tampak mencari celah di antara kendaraan. Deretan lampu rem mobil menyala hampir tanpa jeda.
Baca juga: Pramono Sebut Puncak Macet Jakarta Bergeser di Ramadhan 2026, Ini Jamnya
Tiga petugas kepolisian terlihat berjaga dan memantau kondisi lalu lintas di lokasi.
Kepadatan serupa terjadi di ruas Jalan Gatot Soebroto arah Cawang menuju Slipi.
Antrean kendaraan mulai terlihat dari pintu keluar tol Senayan hingga kawasan Polda Metro Jaya.
Arus kendaraan bergerak perlahan dan bergantian dengan mobil yang keluar dari tol.
Suara klakson terdengar bersahutan di tengah perlambatan arus.
Sementara itu, lalu lintas di dalam tol menuju arah Slipi terpantau ramai namun tetap lancar.
Seorang pedagang gantungan di sekitar lokasi, Andri (49), mengatakan kemacetan mulai terjadi sejak pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Pasar Tanah Abang Penuh PKL dan Parkir Liar, Pramono: Sudah Dikoordinasikan dengan Polisi
Menurut dia, banyak warga yang bergegas pulang untuk bisa berbuka puasa di rumah.
“Kalau biasanyakan macet pas mau maghrib jam 17.30 WIB tapi sekarang jam 16.00 WIB aja udah macet. Hari pertama puasa orang mau pada buka di rumah,” ucap Ari.
Ia menilai ruas Jalan Gatot Soebroto memang kerap menjadi titik kepadatan karena menjadi jalur penghubung menuju wilayah Jabodetabek.
“Jalur pulang, berangkat kerja udah tidak aneh sih kalau macet. Tapi waktunya aja ini lebih awal macetnya,” kata Ari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang