Rencana Impor 105 Ribu Mobil untuk Kopdes Merah Putih harus Ditinjau Ulang 

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

Rencana pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu perhatian dari kalangan serikat pekerja, khususnya terkait dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri. PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mendatangkan sekitar 105 ribu unit mobil pick up dari luar negeri guna mendukung operasional KDMP. Namun, kebijakan ini dinilai perlu dikaji ulang di tengah kondisi industri otomotif nasional yang sedang menghadapi tekanan pasar.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, menilai rencana impor dalam skala besar berpotensi melemahkan industri otomotif nasional. 

"Indonesia sejak lama sudah menjadi basis produksi otomotif global, dengan rekam jejak ekspor kendaraan ke lebih dari 80 negara sejak 1987. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk otomotif dalam negeri memiliki daya saing yang kuat," ujar Jumhur.

Baca juga : Koperasi Desa Merah Putih Dipastikan Jadi Wadah Penjualan Produk Lokal

Data industri menunjukkan bahwa produsen otomotif di Indonesia telah mencatatkan kinerja ekspor signifikan.

Salah satunya Toyota yang telah mengekspor lebih dari 3 juta unit kendaraan hingga 2025. Selain itu, merek lain seperti Honda, Daihatsu, dan Mitsubishi juga berkontribusi terhadap neraca perdagangan melalui ekspor kendaraan ke berbagai negara.

"Dengan kapasitas produksi dan pengalaman ekspor, kami menilai pengadaan kendaraan operasional seharusnya dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri," tegasnya.

Baca juga : 100 Koperasi Besar akan Jadi Pembina Koperasi Desa Merah Putih

Kekhawatiran terhadap Dampak Tenaga Kerja

Jumhur juga menyoroti kondisi pasar otomotif domestik yang tengah mengalami perlambatan. Situasi tersebut telah mendorong sejumlah perusahaan melakukan efisiensi, mulai dari pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, rencana impor kendaraan dalam jumlah besar berpotensi memperburuk situasi tenaga kerja di sektor otomotif. KSPSI berharap rencana pengadaan kendaraan operasional untuk KDKMP dapat diarahkan pada produk rakitan dalam negeri. 

"Langkah ini dinilai tidak hanya mendukung keberlangsungan industri nasional, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja di sektor otomotif," imbuhnya.

Penguatan penggunaan produk lokal juga dipandang sejalan dengan upaya menjaga stabilitas industri di tengah tantangan ekonomi global. (E-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Tolak Usul Nasdem: Parliamentary Threshold 7 Persen Terlalu Tinggi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Airlangga Ungkap Dampak Perjanjian RI – AS di Tengah Tarif Dagang Baru Trump
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Bekuk Pria Bawa Kokain 1 Kg di Jakbar, Didapat dari Malaysia
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Deal Dagang RI–AS Diteken, Tarif Turun Tapi Risiko Menggunung: Dari Banjir Impor hingga Tekanan UMKM
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Kesepakatan Produk Impor AS Tidak Perlu Sertifikasi Halal
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.