Empat personel keamanan Suriah tewas dalam serangan kelompok Negara Islam (ISIS) di Kota Raqa utara. Wilayah ini baru direbut Damaskus dari pasukan Kurdi.
Dilansir AFP, Selasa (24/2/2026), Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan serangan tersebut merupakan kedua kali terhadap pasukan keamanan dalam dua hari berturut-turut. Serangan terjadi setelah ISIS menyerukan para pejuangnya untuk menghadapi otoritas Suriah.
Kantor berita resmi SANA mengutip sumber keamanan yang mengatakan bahwa "empat anggota pasukan keamanan internal" tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan ISIS.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan "serangan teroris" tersebut menargetkan pos pemeriksaan pada Senin (23/2). Kementerian menyebut salah satu penyerang tewas.
Kementerian tidak menyebutkan korban jiwa dalam insiden sebelumnya pada hari Minggu, tetapi mengatakan bahwa insiden tersebut juga mengakibatkan tewasnya satu penyerang.
Bulan lalu, pemerintah Suriah merebut kota Raqa dari pasukan Kurdi yang, dengan dukungan AS, telah memimpin pertempuran melawan ISIS hingga kekalahan teritorialnya di Suriah pada tahun 2019. Irak telah mengklaim kemenangan atas kelompok militan tersebut dua tahun sebelumnya.
ISIS pernah menggunakan Raqa sebagai ibu kota de facto-nya. Kelompok tersebut masih memiliki sel-sel tidur di wilayah gurun Suriah yang luas.
Sejak menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah, yang memiliki hubungan dengan kelompok jihadis Al-Qaeda, telah berupaya untuk melepaskan diri dari masa lalu radikal mereka dan menampilkan citra moderat.
Tahun lalu, Suriah bergabung dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS dan telah mengoordinasikan serangan terhadap sisa-sisa kelompok tersebut di negara itu.
(lir/lir)





