Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (8/3/2026), menjelaskan ketiga korban terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka merupakan pemilik warung dan sopir truk.

“Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung. Satu korban lainnya, Dedi Sutrisno, merupakan sopir truk,” ujarnya.

Baca Juga
  • Tiga ABK WNI Hilang Setelah Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz
  • Al Washliyah Dukung Peraturan Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Pakai Medsos
  • Pembiayaan Baru BFI Finance Naik 9,3 persen yoy, Aset Tembus Rp 25,5 Triliun

Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan karena masih terdapat kendaraan truk sampah dan warung yang tertimbun di lokasi kejadian.

“Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel dari Unit Siaga SAR Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, serta BPBD Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, sejumlah peralatan juga telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial Instagram yang diunggah akun @lbj_jakarta. Video tersebut memperlihatkan gunungan sampah di Bantargebang kembali longsor dan sejumlah truk dikabarkan tertimbun.

“Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak siang. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat,” tulis akun tersebut.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antrean BBM: Bukan Sekadar Energi, tapi Krisis Kepercayaan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Aksi Kekerasan di Timur Tengah
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengapa Panglima TNI Keluarkan Perintah Siaga 1?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
5 Kuliner yang Selalu Dirindukan Saat Lebaran
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Dana Syariah Indonesia (DSI) Bakal Gelar Rapat Pemberi Dana, Bahas Pengembalian Uang Lender
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.