Dari Jalan Sehat ke Harapan Baru: Mentan Amran Bantu Pedagang Kerupuk di Bone Bangkitkan Usaha

terkini.id
14 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Bone — Riuh langkah ribuan warga yang memadati Lapangan Merdeka Watampone pada Minggu pagi itu bukan sekadar perayaan Hari Jadi Bone ke-696.

Di antara semangat kebersamaan dan keringat jalan sehat, terselip sebuah kisah sederhana yang menjadi potret nyata kehadiran negara bagi rakyat kecil.

Di tengah keramaian itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memilih berjalan lebih dekat—menyapa, mendengar, dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat.

Bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan antara kebijakan dan kenyataan di lapangan.

Perhatiannya kemudian tertuju pada seorang pedagang kerupuk. Sosok sederhana yang berdiri di antara kerumunan, membawa cerita perjuangan yang tak banyak terdengar.

Dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu per hari, ia harus menghidupi tujuh anak, sebuah beban yang bagi sebagian orang mungkin terasa mustahil.

Percakapan singkat itu menjadi titik balik

“Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” ujar Amran dengan nada tegas.

Tanpa seremoni panjang, bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta pun diberikan langsung. Sebuah angka yang mungkin sederhana dalam skala anggaran negara, tetapi menjadi harapan besar bagi satu keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha kecil.

Ekonomi Rakyat sebagai Fondasi

Bagi Amran, pelaku usaha mikro bukan sekadar bagian dari ekonomi, melainkan fondasi yang menopang kekuatan nasional.

Ia menegaskan bahwa pergerakan ekonomi tidak selalu dimulai dari pusat-pusat industri besar, tetapi justru dari denyut kecil di desa-desa.

“Kalau usaha kecil bergerak, ekonomi desa hidup, ekonomi daerah kuat. Dari sinilah pondasi ekonomi nasional dibangun. Karena itu, kita dorong mereka punya akses modal, semangat, dan harapan untuk berkembang,” katanya.

Pandangan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan berbasis kerakyatan yang menempatkan pelaku usaha mikro sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap.

Lebih dari Sekadar Bantuan

Bantuan Rp20 juta itu bukan hanya soal angka, melainkan simbol kepercayaan. Negara, dalam hal ini, tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai penggerak harapan.

Amran pun berpesan agar bantuan tersebut dikelola dengan bijak.

“Gunakan ini untuk menambah dagangan, memperbesar usaha. InsyaAllah kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa berlipat dan kehidupan keluarga ikut membaik,” tuturnya.

Respons haru dari sang pedagang menjadi penanda bahwa kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat akan selalu memiliki makna lebih dalam dibanding angka statistik.

Kehadiran Negara yang Terasa Nyata

Momen tersebut sontak mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, langkah sederhana namun tepat sasaran seperti ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara bukan sekadar jargon.

Peristiwa di Bone itu menjadi refleksi: bahwa pembangunan tidak selalu harus megah, tetapi harus terasa.

Bahwa keberpihakan tidak cukup di atas kertas, melainkan harus hadir di tengah keramaian, menyapa mereka yang selama ini berjalan sendiri.

Dan di antara langkah kaki ribuan peserta jalan sehat, satu kisah kecil itu mengingatkan—bahwa harapan bisa datang kapan saja, bahkan dari sebuah percakapan sederhana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Vietnam Heran, Timnas Indonesia Tiba-Tiba Jadi Kandidat Juara Piala AFF 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Niat Menolong Berujung Maut, 4 Pekerja Tewas di Penampungan Air Jagakarsa
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Tak Ada Unsur Permufakatan Jahat saat Pemeriksaan Terdakwa di Sidang Perkara LNG
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Pram soal Pelat Merah Mobdin ASN Diganti untuk ke Puncak: Sudah Ditegur
• 12 jam laludetik.com
thumb
Bareskrim Bongkar Kasus LPG dan BBM Bersubsidi dengan Potensi Kerugian Rp1,2 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.