Kisah Haru Siswi Pariaman Berhasil Masuk ITB via SNBP, Langsung Dijemput Rektor

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Suasana haru menyelimuti kediaman Assyifa Rahma Fiandra (17 tahun) di Jalan Malalak, Desa Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (3/4).

Siswi SMAN 1 Pariaman ini kedatangan tamu spesial, yakni Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara—yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Assyifa.

Assyifa dijemput langsung oleh rektor beserta tim karena berhasil masuk ke ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

Musmainizar (72 tahun), sang nenek yang turut menyambut kedatangan rektor, tak kuasa menahan air mata—terharu sekaligus bangga.

Assyifa adalah buah hati dari pasangan Radikal (52 tahun) dan almarhumah Fitriani (47 tahun). Ibunya meninggal pada 2023 akibat kecelakaan.

Bagi Assyifa, keberhasilannya masuk ke ITB merupakan persembahan terindah untuk mendiang ibunya. Walaupun ibu sudah tiada, ia masih menyempatkan mengirim kabar baik ini ke nomor WhatsApp ibunya yang masih disimpan.

Ia mengirimkan tangkapan layar pengumuman SNBP.

“Alhamdulillah diterima di ITB, bunda,” kata Assyifa, menceritakan kembali pesan yang ia kirim kepada almarhumah ibunya kepada kumparan, Senin (6/4).

Assyifa memang kerap mengirim pesan ke nomor WhatsApp ibunya, meskipun ia tahu pesan itu tak akan berbalas. Namun, hal ini menjadi salah satu cara baginya untuk melepas rindu.

Ibu Kecelakaan Saat Antar Assyifa ke Sekolah

Assyifa selalu mengenang perjuangan ibunya saat mereka sama-sama dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan. Ia menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika ibunya mengantarnya ke sekolah.

“Waktu itu Assyifa kelas 10, hari Kamis, 26 Oktober 2023, bunda mengantarkan ke sekolah dengan sepeda motor,” ucapnya.

Di persimpangan, lampu lalu lintas masih berwarna oranye. Seketika, Assyifa dan ibunya ditabrak mobil berkecepatan tinggi.

Assyifa terseret sejauh 20 meter, sementara ibunya terpental akibat benturan keras. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit, hingga Assyifa harus menjalani operasi tulang panggul.

Sementara itu, ibunya koma di ruang ICU. Setelah tiga hari berjuang, sang ibu mengembuskan napas terakhirnya.

Momen ini tidak akan pernah terlupakan bagi Assyifa. Terlebih, kabar duka tersebut ia terima saat masih terbaring di rumah sakit menjalani perawatan.

Kehilangan yang mendalam ini membuat Assyifa terus mengirim pesan ke nomor WhatsApp ibunya, sekadar untuk melepas rindu.

Cerita duka dan suka ia curahkan melalui pesan tersebut, sembari memanjatkan doa di setiap salatnya.

Tak Menyangka Diterima di ITB

Tidak hanya setelah pengumuman, Assyifa juga mengirim pesan kepada ibunya menjelang pengumuman SNBP.

“Bunda, besok pengumuman SNBP. Kalau gagal bagaimana? Kalau tidak dapat ITB?” tulisnya. Ia tahu, sekali lagi pesan itu tidak akan pernah berbalas.

Keesokan harinya, Assyifa dinyatakan lulus di ITB.

“Jujur Assyifa tidak menyangka diterima di ITB. Ini masih tidak menyangka. Terharu. Ini kado untuk bunda.”

Segudang Prestasi

Assyifa dikenal sebagai siswi berprestasi. Kehilangan sosok ibu tidak memadamkan semangat belajarnya. Ia bangkit dengan tekad kuat demi membanggakan ibunya.

Berbagai prestasi pun berhasil diraih, mulai dari Juara 1 Olimpiade Kebumian SMAN 3 Padang dan Olimpiade Kebumian SMAPSIC SMAN 1 Padang, serta prestasi lainnya.

Assyifa sangat menyukai ilmu kebumian dan geologi. Ia pun berhasil diterima di Program Studi Geologi ITB melalui jalur seleksi berbasis prestasi akademik.

Rencananya, Assyifa akan berangkat ke Bandung pada Juni 2026. Rektor ITB Tatacipta Dirgantara juga telah menitipkan pesan agar ia menjadi mahasiswa yang membanggakan dan berprestasi.

“Kami menunggu di Bandung,” kata Assyifa menirukan pesan rektor kepadanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skema Pembayaran Utang Whoosh Sudah Tahap Final, Kemenkeu Berpeluang Ambil Alih Proyek Kereta Cepat
• 2 jam laludisway.id
thumb
Dari Jalan Sehat ke Harapan Baru: Mentan Amran Bantu Pedagang Kerupuk di Bone Bangkitkan Usaha
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Dubes Iran Sebut Selat Hormuz Harus Berada di Bawah Kendali Negara Pesisir
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trik Ketagihan Belajar Senikmat Doomscrolling di Medsos
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.