FAJAR, LONDON—Arsenal akan memecat Mikel Arteta jika ia gagal membawa The Gunners meraih trofi Liga Premier atau Liga Champions musim ini, menurut laporan di Spanyol.
Arteta, yang menjalani musim penuh keenamnya sebagai manajer Arsenal, semula tampak akan mengawasi musim bersejarah di Stadion Emirates karena timnya berpeluang memenangkan quadruple yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Arsenal bersaing untuk keempat trofi tersebut pada waktu yang sama bulan lalu, tetapi tim Arteta gagal di dua kompetisi piala domestik, kalah dari Manchester City di final Piala Carabao sebelum kekalahan di perempat final Piala FA dari tim Championship, Southampton.
The Gunners masih menjadi favorit untuk memenangkan Liga Premier, trofi yang telah luput dari mereka sejak 2004, tetapi kekalahan mengecewakan 2-1 di kandang melawan Bournemouth pada hari Sabtu telah memberi harapan lebih kepada Manchester City yang mengejar mereka.
Arsenal memiliki kesempatan untuk unggul 12 poin dari tim Pep Guardiola, yang akan menghadapi Chelsea pada Minggu sore, tetapi kekalahan yang pantas telah menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang ambisi The Gunners untuk meraih gelar juara.
Kekalahan dari Bournemouth terjadi hanya empat hari setelah Arsenal tampaknya kembali ke jalur yang benar dengan kemenangan 1-0 atas juara Portugal, Sporting, di leg pertama perempat final Liga Champions.
Pertandingan itu tampaknya akan berakhir imbang, tetapi gol Kai Havertz di menit-menit akhir berarti Arsenal sudah selangkah lebih dekat ke semifinal menjelang leg kedua di London utara pada Rabu malam.
Setelah menghadapi Sporting, Arsenal akan mengalihkan perhatian mereka ke pertandingan yang sangat dinantikan melawan rival perebutan gelar, Manchester City, di Stadion Etihad.
Sejumlah pengamat mempertanyakan apakah Arsenal akan memberi Arteta lebih banyak waktu jika The Gunners kembali menjalani musim keenam berturut-turut tanpa trofi.
Media Spanyol Mundo Deportivo mengatakan Arsenal memang akan mencari manajer baru jika hal itu terjadi, setelah Arteta diberhentikan dari jabatannya setelah hampir tujuh tahun memimpin.
Diklaim juga bahwa Arsenal ‘sudah’ memilih mantan kapten Cesc Fabregas sebagai ‘kandidat ideal’ untuk menggantikan Arteta jika pelatih asal Spanyol itu dipecat.
Fabregas menghabiskan hampir satu dekade di Arsenal sebagai pemain, membantu tim Arsene Wenger memenangkan Piala FA dan mencapai final Liga Champions sebelum pindah ke Barcelona.
Legenda Liga Premier itu kemudian sukses di rival Arsenal di London, Chelsea, sebelum pensiun pada tahun 2023 dan terjun ke dunia kepelatihan.
Fabregas telah menunjukkan performa yang mengesankan selama peran manajerial pertamanya di Como, yang saat ini berada di peringkat kelima Serie A dan berpeluang lolos ke Liga Champions kurang dari dua tahun setelah promosi dari divisi kedua.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, baru-baru ini mengatakan bahwa ia akan ‘bodoh’ jika tidak membayangkan Fabregas meninggalkan klub suatu saat nanti dan melatih Arsenal, Chelsea, atau Barcelona.
“Cesc benar-benar sangat penting bagi kami, tetapi akan bodoh jika kami tidak berpikir bahwa suatu hari nanti dia bisa pergi ke Arsenal, Barcelona, atau Chelsea,” kata petinggi Como kepada media Italia Revista Undici.
“Jika dia terus menang bersama kami atau dalam hal apa pun sukses, meskipun saya tidak bisa berbicara mewakilinya, saya percaya dia bisa memiliki mimpi yang lebih besar,” lanjut pengusaha asal Indonesia itu.
“Meskipun demikian, saya berharap selama dia di sini, dia akan membantu kami menciptakan rencana sukses juga untuk mereka yang harus menggantikannya,” tegasnya.
“Bagi saya, ketika dia pergi, jika dia pernah pergi, dialah yang harus memilih siapa yang akan menggantikannya. Dia harus terlibat dalam pemilihan tersebut,” ungkapnya.
“Sebagai anggota Dewan Sepak Bola, dia harus membantu kami menunjuk pelatih berikutnya,” tandasnya. (amr)





