Seorang sopir bus Transjakarta dilaporkan pingsan usai menurunkan penumpang di Halte Kebayoran, Jakarta Selatan.
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan sopir dalam kondisi lemas dengan kepala tertunduk di setir kendaraan.
Dalam video tersebut, sopir terlihat lemas dan tidak sadarkan diri di saat bus berhenti. Petugas Transjakarta yang berada di lokasi langsung menghampiri dan memberikan pertolongan awal, meski sopir belum segera tersadar.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu, (15/4) lalu.
“Transjakarta mengkonfirmasi bahwa video tersebut adalah kejadian hari Rabu, tanggal 15 April 2026. Seluruh pelanggan di dalam bus, dalam kondisi baik,” ujar Ayu dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Ayu menjelaskan, sopir yang bertugas pada saat itu mengalami gangguan kesehatan setelah menyelesaikan tugasnya menurunkan penumpang.
Ia memastikan, seluruh penumpang dalam kondisi aman dan tidak terdampak secara langsung oleh kejadian tersebut.
“Pramudi operator DMR 250322 rute 9E (Jelambar-St. Palmerah), mengalami gangguan kesehatan setelah menurunkan pelanggan di Halte Kebayoran. Transjakarta memohon maaf atas kendala perjalanan yang sempat dialami pelanggan,” katanya.
Ia juga menjelaskan langkah cepat yang dilakukan petugas di lapangan untuk menangani kondisi sopir.
“Pramusapa langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi pramudi ke ruang petugas. Kemudian berkoordinasi dengan tim medis dan pramudi segera dirujuk ke RS Pertamina untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ayu.
“Setelah rawat jalan selama 4 jam, pramudi diperbolehkan pulang. Sebelum bertugas, pramudi telah menjalani pengecekan Fit To Work (FTW) pukul 12.40 dan dinyatakan laik operasi/bertugas,” lanjutnya.
Selain itu, Transjakarta menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan operasional, baik bagi penumpang maupun petugas.
“Transjakarta memastikan bahwa seluruh pramudi yang bertugas telah melalui prosedur Fit To Work (FTW). Kami tetap berkomitmen penuh untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan, baik bagi pelanggan maupun petugas, dalam seluruh kegiatan operasional,” tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa sopir yang mengalami gangguan kesehatan saat bertugas telah difasilitasi dengan sistem pelaporan khusus agar dapat segera ditangani.
“Pramudi yang mengalami gangguan kesehatan saat pelayanan, telah disediakan hotline khusus pramudi untuk menyampaikan kondisinya. Kami akan terus melakukan refreshment berkala, agar pramudi yang bertugas dapat dipastikan selalu dalam kondisi prima,” pungkasnya.





