Kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Insiden itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan jejak pilu bagi sejumlah orang.
Dirangkum detikcom, Kamis (30/4/2026), gerbong wanita KRL CommuterLine menjadi saksi bisu dari insiden tabrakan itu. Gerbong wanita itu hancur dan kini sudah dievakuasi dari rel di Stasiun Bekasi Timur.
Rel itu dievakuasi hari ini pukul 09.15 WIB, gerbong wanita tersebut diletakkan di pinggir rel di atas saluran air. Gerbong tersebut tertutup terpal warna biru yang diikat menggunakan tali putih.
Sebagian badan gerbong masih bisa terlihat. Tampak kerusakan di beberapa bagian, terutama di ujung belakang yang menjadi titik tabrakan dengan Argo Bromo.
Sementara sisa-sisa patahan gerbong juga masih terlihat di lokasi. Seperti patahan AC yang menempel di atas gerbong hingga kepingan-kepingan bagian lainnya.
Untuk membatasi gerbong tersebut dengan rel, terdapat juga beberapa bilah bambu yang ditancapkan untuk menahan gerbong. Terpasang juga garis kuning atau police line sebagai tanda agar tidak sembarang orang bisa menjangkau gerbong KRL tersebut.
(zap/isa)





