5 Penyebab Transmisi Matik Mobil Overheat dan Solusinya

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Saat ini banyak mobil yang menggunakan transmisi otomatis atau yang lebih dikenal dengan transmisi matik. Penggunaan transmisi matik memang terasa lebih nyaman. Namun, masalah overheat masih menjadi kendala yang cukup sering terjadi.

Mobil dengan transmisi matik memang membutuhkan perhatian khusus, apalagi jika sering digunakan di kondisi lalu lintas macet.

Situasi tersebut dapat memicu suhu ekstrem yang berisiko merusak berbagai komponen mobil, seperti kampas kopling, seal, hingga modul elektronik. Jika dibiarkan, kerusakan dapat semakin parah dan biaya perbaikannya pun tidak sedikit.

Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab transmisi matik mobil bisa mengalami overheat. Berikut penjelasannya:

1. Oli Transmisi Bermasalah

Oli transmisi memiliki fungsi sebagai pelumas, pembersih, sekaligus penyalur tenaga hidrolik. Seiring waktu pemakaian, kualitas oli akan menurun. Selain itu, penguapan oli atau kebocoran pada seal juga dapat menyebabkan volume oli berkurang, sehingga proses pelumasan dan pendinginan tidak lagi bekerja secara optimal.

Baca Juga

  • Emiten Mobil Bekas Grup Triputra ASLC Bagi Dividen Rp12,7 Miliar
  • Pabrikan China Ramai-ramai Genjot Mobil Listrik Rp200 Jutaan
  • Mobil Listrik Tesla-Volkswagen Cs Mogok, Bisakah Didorong Seperti Kendaraan Biasa?

2. Beban Kerja Berlebihan

Memaksa mobil bekerja di luar kapasitas standarnya dapat meningkatkan suhu transmisi secara drastis. Kondisi ini sering terjadi saat membawa muatan terlalu berat, melewati tanjakan terjal, atau terjebak dalam kemacetan panjang.

3. Sistem Pendingin Tersumbat

Pada banyak mobil, sistem pendingin oli transmisi menyatu atau melewati radiator mesin. Jika radiator kotor atau tersumbat, suhu air radiator akan meningkat dan gagal mendinginkan oli transmisi secara maksimal.

Selain itu, kipas elektrik (extra fan) yang tidak bekerja optimal juga dapat membuat suhu mesin dan transmisi melonjak saat mobil berhenti atau berjalan lambat.

4. Kerusakan pada Komponen Internal

Kerusakan mekanis di dalam girboks juga dapat menimbulkan panas berlebih akibat gesekan yang tidak normal. Misalnya, solenoid yang lemah dapat menyebabkan perpindahan gigi tidak sempurna atau selip.

Selain itu, kampas kopling matik yang mulai aus juga dapat memicu gesekan berlebih sehingga menghasilkan panas tinggi dalam waktu singkat.

5. Kesalahan Pengemudi

Kebiasaan menahan posisi tuas di D (Drive) atau menginjak gas dan rem secara bergantian saat berhenti di tanjakan juga dapat memicu overheat pada transmisi mobil matik.

Tanda Transmisi Matik Mobil Overheat dan Solusinya

Ada beberapa tanda yang menunjukkan transmisi mobil matik mengalami overheat, seperti muncul bau gosong di dalam kabin, perpindahan gigi terasa kasar atau menghentak, hingga muncul jeda (delay) saat perpindahan gigi. Mobil juga bisa terasa kehilangan tenaga atau selip saat pedal gas diinjak.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut atau lampu indikator transmisi menyala, segera menepi di tempat aman. Posisikan tuas ke mode P, tarik rem tangan, dan biarkan mesin tetap menyala dalam kondisi idle agar sirkulasi pendinginan tetap berjalan. Membuka kap mesin juga dapat membantu membuang panas dari ruang mesin.

Untuk penanganan lebih lanjut, disarankan membawa kendaraan ke bengkel spesialis transmisi atau menggunakan layanan derek darurat guna mencegah kerusakan yang lebih parah. (Nur Amalina)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PARBI dan Lamhot Sinaga Fokus Majukan Danau Toba Lewat Opera Batak
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Bareskrim Periksa 40 WNA Tersangka Kasus Markas Judol Hayam Wuruk
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pemecatan Empat Pegawai KONI, Ketua DPRD NTT: Berempatilah kepada Orang Kecil
• 23 jam lalukompas.id
thumb
JKN Hadirkan Kepastian Berobat bagi Pasien Cuci Darah
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Investasi Asing Mandek di KEK Mandalika, Purbaya Sentil Konflik Kepentingan BUMN ITDC
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.