BGN Buka Peluang Bangun SPPG Pakai CSR dan Kantin Sekolah

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang pendanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru tidak hanya dari APBN. Hal ini sebagai upaya untuk menekan pengeluaran BGN dari APBN.

“Dulu kan formulasinya dibangun dengan pakai seluruhnya anggaran negara. Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain,” kata Kepala BGN, Nanik S. Deyang, saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Nanik menyebutkan alternatif pertama sebagai sumber dana pembangunan dapur SPPG berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN. Selain itu, dapat berasal juga dari hibah.

“Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak loh hibah-hibah ini, bahkan sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur,” ucap Nanik.

Selain itu, Nanik juga memberi perhatian untuk pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Hal ini, katanya, dapat diupayakan melalui keterlibatan pengusaha yang terhubung dengan sekolah.

“Kemudian ada juga misalnya kalau ada pengusaha dia berinvestasi di tempat yang terpencil, kemudian ada sekolah, ada lain-lain, mereka juga punya CSR kan? Nah, itu untuk bisa membangun,” sebut Nanik.

Bahkan Nanik juga mengatakan pembangunan SPPG baru sebenarnya tidak perlu dilakukan di daerah 3T. BGN mendorong pelibatan kantin-kantin di sekolah.

“Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah. Karena 3T ini cuma ada yang 200 (orang), ada 81 (orang), ada 47 orang di wilayah-wilayah itu. Jadi enggak mungkin kita membangun dapur-dapur baru,” ungkap Nanik.

Selain itu, berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, BGN akan menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T. Untuk hal ini, Nanik mengatakan akan berkolaborasi dengan instansi lain dalam hal pendataan, seperti halnya Kementerian Sosial.

“Kebijakan strategis yang sudah disampaikan oleh Pak Presiden dalam hal ini memberikan prioritas kepada daerah ter-3T misalnya, nanti kita akan ambil datanya dan sebagainya. Dan itu saya sudah bicara juga kemarin kebetulan ketemu, kita kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain,” tutur Nanik.

“Kami akan bekerja sama dengan Kemensos yang mungkin sudah punya sebenarnya data dan sudah punya program juga misalnya untuk stunting dan sebagainya,” sambungnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daya Saing Industri Baterai & EV RI Terancam Tertinggal dari Thailand-Vietnam, CSIS Beberkan Pemicunya
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
PLN garap proyek listrik dari energi bersih berkapasitas 22,57 GW
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
UMKM Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Silmy Karim dkk Tersangka Pemerasan, KPK Sebut Nilainya Tembus Ratusan Miliar Rupiah
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Dadan Hindayana Ditahan Kejaksaan Agung Usai Penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.