Rawan Kecelakaan, KAI Sumbar Tutup 3 Perlintasan Liar di Lintas Lubuk Alung - Pariaman

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat bersama sejumlah pihak terkait melakukan penutupan tiga perlintasan liar yang berada di lintas Lubuk Alung–Pariaman sebagai upaya mengantisipasi Kecelakaan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan upaya penutupan perlintasan liar itu sebagai bentuk komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

"Jadi memang kami melalukan penutupan perlintasan liar ini secara bertahap yang berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang," katanya, Senin (8/6/2026).

Dia menjelaskan adapun tiga perlintasan liar yang telah ditutup itu berada di lintas Lubuk Alung–Pariaman, yakni KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, serta di KM 57+2/3 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Dia menjelaskan penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. 

Dikatakannya bahwa kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil joint inspection yang sebelumnya dilakukan oleh KAI Divre II Sumbar bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan BAPEDA guna mengidentifikasi dan mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional perjalanan kereta api," ujarnya.

Reza bilang Selain tidak memiliki izin resmi, perlintasan tersebut umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Dia menegaskan keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi perkeretaapian. Oleh karena itu, KAI terus melakukan berbagai upaya secara konsisten dan berkelanjutan guna meminimalkan potensi risiko di jalur kereta api.

Reza menjelaskan penutupan perlintasan liar merupakan salah satu langkah nyata yang kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. 

"Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder agar tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib,” sebutnya.

Hingga saat ini, KAI Divre II Sumbar telah menutup 21 perlintasan liar dari total 35 titik perlintasan liar yang menjadi program penutupan secara bertahap sesuai program nasional. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 titik berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2026, sementara 4 titik lainnya telah ditutup pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui penutupan perlintasan liar. KAI juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku, serta memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional perusahaan.

Selain itu, KAI secara berkelanjutan melaksanakan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, serta pengguna jalan. 

Dimana kegiatan edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api maupun perlintasan sebidang.

“KAI terus memperkuat keselamatan melalui penutupan perlintasan liar, peningkatan kompetensi SDM, penerapan SOP secara disiplin, serta edukasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh stakeholder. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup, tidak melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang sesuai ketentuan yang berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono sebut lowongan kerja padat karya sasar proyek bantalan sosial
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Razia Operasi Patuh Jaya 2026 Hari Ini Batal, Polri Fokus Persiapan Ini!
• 14 jam laludisway.id
thumb
Pesan Jakmania: Strategi Shin Tae Yong Harus Lebih Agresif di Persija
• 24 menit lalukompas.com
thumb
BGN Fokus Hemat Anggaran, Bangun Dapur Gunakan Dana CSR atau Hibah
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
"Tolong Selamatkan Putra Saya", Isi Surat Ayah yang Tinggalkan Bayinya dalam Kardus di Bogor
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.