REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 400 pohon ditanam di kawasan Gunung Pinang, Serang, Banten, untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan menjaga fungsi hutan lindung. Penanaman itu juga mencakup kokoleceran (Vatica bantamensis), tanaman endemik Banten yang masuk kategori dilindungi.
Kegiatan penanaman dilakukan Krakatau Posco bersama Perhutani dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan POSCO Global Volunteer Week 2026.
- BRIN Nilai Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas Nasional
Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco Alhadis Syamsuddin mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah sekitarnya.
"Program ini bertujuan mendukung pengkayaan tanaman sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati (biodiversitas) di kawasan yang memiliki peran ekologis penting bagi wilayah sekitarnya," ujar Alhadis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menurut Alhadis, Gunung Pinang memiliki peran strategis sebagai daerah resapan air, penyangga ekosistem, dan habitat berbagai jenis flora serta fauna. Karena itu, penambahan tutupan vegetasi dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan kawasan hutan.
"Sebanyak 400 pohon ditanam di petak 16 RPH Cilegon BKPH Serang dengan luas area satu hektare," ucap Alhadis.
Alhadis menjelaskan, salah satu jenis tanaman yang ditanam adalah kokoleceran, spesies endemik Banten yang masuk kategori tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2018.
Menurut Alhadis, penanaman kokoleceran memiliki nilai penting dalam menjaga keaslian vegetasi lokal sekaligus mendukung konservasi spesies yang keberadaannya semakin terbatas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya konservasi tanaman endemik yang memiliki nilai penting bagi ekosistem," sambung Alhadis.
Selain kokoleceran, Krakatau Posco juga menanam sejumlah pohon pelindung seperti trembesi, pinang, mahoni, meranti, dan ketapang. Sejumlah tanaman produktif seperti durian, alpukat, nangka, dan matoa turut ditanam untuk mendukung keberlanjutan kawasan.
Alhadis mengatakan, tanaman produktif tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan.
"Tanaman MPTS ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui potensi hasil buah dan peningkatan kesejahteraan," kata Alhadis.
Wakil Administratur Perhutani KPH Banten Encang Suryana mengatakan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan lindung di Banten.
Encang mengatakan, Perhutani mengapresiasi kontribusi Krakatau Posco dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pengayaan tanaman di Gunung Pinang.
"Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai hutan lindung di Provinsi Banten, sehingga penting untuk terus dijaga kelestariannya secara bersama-sama,” kata Encang.




