97,53 Persen Warga Kepri Terdaftar JKN, BPJS Minta Kepesertaan Tetap Aktif

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATAM — BPJS Kesehatan mengajak masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan kapan saja saat dibutuhkan.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jaenal M. Sambas, mengatakan keaktifan kepesertaan menjadi faktor penting dalam menjamin keberlangsungan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

"Selain itu, BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas layanan melalui transformasi digital dan penyederhanaan proses pelayanan bagi peserta," kata Jaenal di sela Media Gathering BPJS Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan data per 1 Juni 2026, jumlah peserta JKN di Kepri mencapai 2.276.949 jiwa atau 97,53% dari total penduduk sebanyak 2.334.574 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.864.841 peserta atau 79,88% tercatat aktif.

Menurut Jaenal, status kepesertaan yang aktif akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan tanpa kendala administrasi ketika membutuhkan pengobatan maupun perawatan.

Ia menuturkan capaian kepesertaan JKN di Kepri menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan awal pelaksanaan program pada 2014. Saat itu, jumlah peserta baru mencapai 924.114 jiwa atau sekitar 39,58% dari total penduduk.

Baca Juga

  • BPJS Kesehatan Usul Penyesuaian Iuran JKN Tahap Awal Difokuskan ke Segmen PBI
  • Mengapa Peserta JKN Perlu Surat Kontrol? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
  • BPJS Kesehatan Gandeng Kopdes Merah Putih, Kanal Baru Pembayaran Iuran JKN

Dalam kurun waktu sekitar 12 tahun, cakupan kepesertaan meningkat menjadi 97,53% atau bertambah 57,95%.

"Perlindungan kesehatan melalui Program JKN tidak hanya memberikan kepastian akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing daerah," ujarnya.

Jaenal mengatakan keberhasilan perluasan cakupan kepesertaan JKN merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, sinergi tersebut perlu terus diperkuat agar manfaat program JKN dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan. Dengan masyarakat yang sehat, aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih produktif sehingga mendukung pembangunan daerah," katanya.

BPJS Kesehatan juga terus melakukan berbagai inovasi layanan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah akses peserta terhadap layanan administrasi maupun pelayanan kesehatan.

Melalui berbagai upaya tersebut, BPJS Kesehatan berharap masyarakat tidak hanya terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga menjaga status kepesertaannya tetap aktif sehingga manfaat program dapat digunakan secara optimal saat diperlukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Upacara Ziarah di TMP Kalibata Pagi Ini, Dishub Rekayasa Lalu Lintas
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
KDM Optimistis Investasi dan Industri Baru Mampu Imbangi PHK di Jabar
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pengumuman! Batas Maksimal Beli Dolar Sekarang Jadi US$10.000/Bulan
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PKB ke PDIP: Kalau Oposisi Ya Oposisi, Jangan Abu-abu!
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
BI Ketatkan Lagi Batas Maksimal Pembelian Dolar AS, Per Orang Tanpa Underlying Hanya Bisa Beli US$10.000 Per Bulan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.