Tebus Ijazah Siswa Yatim, Kenneth DPRD DKI: Pendidikan Tak Boleh Disandera Biaya!

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang diterimanya pada saat kegiatan Reses (Serap Aspirasi Masyarakat) Ke-2 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, dengan membantu menebus ijazah seorang siswa yatim di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta yang selama ini tertahan akibat kendala biaya.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa bersangkutan dapat segera menggunakan ijazahnya untuk melamar pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Menurut Kenneth, setiap aspirasi yang diterima saat reses harus diwujudkan dalam langkah nyata agar manfaat kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan masyarakat.

"Sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang kami himpun dalam kegiatan reses, saya membantu menebus ijazah seorang siswa yang merupakan anak yatim di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta. Ijazah tersebut selama ini tertahan dan sangat dibutuhkan untuk keperluan melamar pekerjaan," ujar Kenneth dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menambahkan, bagi sebagian orang ijazah mungkin hanya selembar dokumen. Namun, bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, ijazah merupakan syarat penting untuk membuka kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

"Bagi sebagian orang, ijazah mungkin hanya selembar dokumen. Namun bagi mereka yang sedang berjuang mencari pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup keluarga, ijazah merupakan kunci untuk membuka pintu kesempatan menuju masa depan yang lebih baik. Karena itu, setiap anak bangsa harus memiliki akses terhadap hak pendidikannya tanpa terhambat oleh kondisi ekonomi," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth Menebus Ijazah Anak Yatim. Foto: DPRD DKI

Kent menegaskan, sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta dirinya memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap persoalan warga mendapat solusi yang konkret.

"Sebagai Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, saya berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar setiap aspirasi, serta memperjuangkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi warga. Tugas saya bukan hanya menyerap aspirasi melalui kegiatan reses, tetapi juga memastikan setiap masukan dan kebutuhan masyarakat mendapatkan tindak lanjut yang nyata dan bermanfaat," ungkapnya.

Ia berharap bantuan penebusan ijazah tersebut dapat menjadi titik awal bagi siswa tersebut untuk memperoleh pekerjaan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Kesempatan saya untuk menebus ijazah ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Saya berharap ijazah yang telah diterima dapat menjadi jalan bagi yang bersangkutan untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan meraih masa depan yang lebih cerah," tuturnya.

Lebih jauh, Kent menilai persoalan penahanan ijazah tidak cukup diselesaikan melalui aksi sosial semata. Menurutnya, perlu ada kebijakan yang mampu mencegah kasus serupa terus terjadi di Jakarta.

"Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, tidak boleh ada siswa yang kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah, kuliah, atau mencari pekerjaan hanya karena ijazahnya masih tertahan akibat tunggakan biaya. Hari ini kami hadir bukan hanya untuk membantu menebus ijazah, tetapi juga ingin memastikan persoalan seperti ini tidak terus berulang di Jakarta," tegas Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu.

Kent pun mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat mekanisme bantuan pendidikan, termasuk membangun sistem pendeteksian dini bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi agar persoalan tunggakan tidak berujung pada tertahannya ijazah.

"Penebusan ijazah memang menjadi solusi jangka pendek. Namun yang lebih penting adalah menghadirkan solusi jangka panjang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memperkuat mekanisme bantuan pendidikan dan membangun sistem yang mampu mendeteksi lebih dini siswa yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga persoalan tunggakan tidak berujung pada penahanan ijazah," ujarnya.

Kent berharap momentum penebusan ijazah ini menjadi pengingat bahwa negara harus benar-benar hadir menjamin hak pendidikan seluruh warga.

"Harapan kami, momentum penebusan ijazah ini menjadi pengingat bahwa negara harus hadir melindungi hak pendidikan setiap warga. Jangan sampai ada lagi lulusan yang bertahun-tahun menunggu ijazahnya, padahal mereka memiliki semangat untuk bekerja, kuliah, dan meraih cita-cita. Tugas kita bersama adalah memastikan seluruh anak Jakarta memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan yang lebih baik," tutupnya.




(ega/akn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Siapkan Jalan Menuju PLTS 100 GW, Tantangan Menanti
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Tersebar di 5 Wilayah, Ini Daftar Lengkap 39 Lokasi SKB Negeri Jakarta dan Syaratnya
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Venezuela Peringati Hari Kemerdekaan ke-215 di Tengah Krisis Pascagempa
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komnas Perempuan: Pemahaman Kesetaraan Gender Harus Jadi Standar Pejabat!
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Penipuan Kian Marak, Kepercayaan Terhadap Industri Keuangan Tergerus
• 55 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.