Pertamina Gandeng Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Bioavtur

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) dan Boeing menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem sustainable aviation fuel (SAF) alias bioavtur di Indonesia.

Hal ini sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan dan percepatan transisi energi menuju net zero emission (NZE).

Melalui kerja sama ini, Pertamina dan Boeing akan berkolaborasi dalam menjajaki berbagai aspek pengembangan ekosistem SAF di Indonesia, termasuk identifikasi potensi bahan baku (feedstock), pengembangan teknologi, serta dukungan terhadap pengembangan kebijakan yang diperlukan guna mempercepat implementasinya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kolaborasi ini bukan sekadar pengembangan bahan bakar, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri SAF nasional. 

"Dengan potensi sumber daya domestik yang melimpah, kapabilitas pengolahan Pertamina, serta keahlian global Boeing di sektor aviasi, kami optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang berdaya saing, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan," kata Simon melalui keterangan resmi dikutip Kamis (9/7/2026).

Boeing memperkirakan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara akan tumbuh rata-rata 7% per tahun, dengan kebutuhan mencapai 4.885 pesawat baru hingga tahun 2044. 

Simon menilai, di tengah pertumbuhan tersebut, pemanfaatan SAF menjadi salah satu solusi penting untuk menekan emisi karbon sektor aviasi. Dia mengatakan, dalam bentuk murni (neat SAF), bahan bakar ini berpotensi mengurangi jejak karbon penerbangan hingga 80% dibandingkan bahan bakar jet konvensional.

Sementara itu, Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde menuturkan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina dalam berbagai inisiatif pengembangan SAF. Ini mulai dari identifikasi potensi bahan baku hingga dukungan terhadap program edukasi dan pelatihan guna mempercepat pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung masa depan industri penerbangan Indonesia yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Indra.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem SAF nasional, Pertamina telah memulai berbagai inisiatif, mulai dari produksi dan sertifikasi Pertamina SAF, implementasi penggunaannya bersama Pelita Air hingga pengembangan proyek Cilacap Biorefinery.

Adapun, proyek itu dikembangkan oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk memproduksi SAF dan hydrotreated vegetable oil (HVO) berbahan baku used cooking oil (UCO) serta bahan baku berkelanjutan berbasis limbah lainnya.

Baca Juga

  • Tok! Bahlil Tetapkan Mandatori Bioavtur Mulai 2027
  • Pertamina Resmi Produksi Komersial Bioavtur Berbasis Jelantah
  • Momentum Percepat Bioavtur ketika Harga Avtur Melonjak 70%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Cerah, Waspada Panas Siang Hari
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Terowongan Stasiun MRT Bundaran HI-Kota Resmi Terhubung
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Penggeledahan Polri, Seret Jampidsus Sampai Sita Aset Rp543,2 Miliar
• 1 jam lalunarasi.tv
thumb
Pramono Resmikan Halte Swadarma Paragon, Masih Ada 6 Lokasi Siap Dikerjasamakan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Putri Batang evaluasi permainan usai gagal ke semifinal HSL All-Stars
• 40 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.