Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 0,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 608,48.
Penguatan pada awal perdagangan ini terjadi setelah IHSG pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,89 persen ke level 6.130,59.
Pada perdagangan kemarin, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan tekanan datang dari aksi jual pada saham sektor perbankan dan properti, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati Rp18.100 per USD serta ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.162, Berbeda dengan Mayoritas Bursa Asia yang Menguat
Tim riset juga mengakatakn, pelaku pasar kini memilih bersikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
"Pasar akan berfokus pada hasil FOMC The Fed yang diperkirakan mempertahankan Fed Funds Rate di level 3,75 persen," ketanya dalam riset harian, Rabu, 29 Juli 2026.
Di samping itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada forward guidance atau sinyal arah kebijakan moneter berikutnya.
Pernyataan The Fed dinilai akan menjadi penentu sentimen pasar global, termasuk arus modal ke negara berkembang seperti Indonesia.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan bias melemah, di kisaran support 6.100-6.040 dan resistance 6.200-6.268. Area support tersebut menjadi level penting untuk menjaga peluang technical rebound dalam jangka pendek," tuturnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





